Memprioritaskan Pengawasan Limbah Dapur SPPG
Sabtu, 28 Mar 2026, 23:55 WIBNabire - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire, Papua Tengah, memprioritaskan pengawasan pengelolaan limbah pada dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mencegah pencemaran lingkungan dan mendukung kelancaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala DLH Nabire Arfan Natan Palumpun di Nabire, Sabtu, mengatakan setiap dapur SPPG wajib memastikan pengolahan limbah dan sampah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
âSesuai dengan undang-undang lingkungan, kita harus menghindari adanya pencemaran. Karena itu, pengelolaan limbah di setiap dapur SPPG harus benar-benar sesuai aturan,â ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sebagian besar dapur SPPG di Nabire belum memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang memenuhi standar DLH.
Untuk itu, pihaknya meminta seluruh pengelola SPPG segera membangun IPAL, sekaligus memberikan pendampingan agar pengelolaan limbah dapat dilakukan sesuai ketentuan.
âKami sedang memberikan tugas kepada SPPG untuk segera membuat IPAL sesuai standar lingkungan hidup dan DLH akan terus melakukan pendampingan terhadap SPPG,â katanya.
Selain itu, DLH juga menekankan bahwa sampah yang dihasilkan dari aktivitas dapur SPPG harus diangkut setiap hari guna mencegah penumpukan yang berpotensi mencemari lingkungan.
Menurut Arfan, salah satu kendala di lapangan adalah pengangkutan sampah yang belum optimal karena sebagian SPPG masih bekerja sama secara informal dengan sopir pengangkut sampah.
âKerja sama seperti itu tidak diperbolehkan. Harus melalui mekanisme resmi dengan instansi, sehingga kami bisa memastikan pengangkutan dilakukan setiap hari,â ujarnya.
Ia menambahkan, DLH akan menegur pihak-pihak yang terlibat dalam kerja sama tidak resmi tersebut serta memastikan seluruh SPPG berkoordinasi langsung dengan DLH terkait pengelolaan sampah.
DLH Nabire juga menjadikan pengangkutan sampah dari dapur SPPG sebagai prioritas untuk mendukung keberlanjutan program MBG, termasuk menjaga kebersihan dan sterilitas dapur.
âSetiap sampah tidak boleh menginap lebih dari satu hari, karena bisa menimbulkan pencemaran. Dapur harus selalu dalam kondisi bersih agar makanan yang dihasilkan juga higienis,â katanya.
Ia berharap dengan pengawasan yang diperketat, seluruh dapur SPPG di Nabire dapat memenuhi standar lingkungan dan mendukung penyediaan makanan bergizi yang aman bagi masyarakat, khususnya para pelajar sebagai penerima manfaat program MBG
- Dapur SPPG
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Lakukan Pencegahan untuk Antisipasi Super Flu
-
Rektor Terpilih Ajak Civitas Akademika Bersatu untuk Majukan Unhas
-
JFW Dapat Dukungan Menekraf Dorong Gerakan Ekonomi Kreatif bagi Desainer Lokal
-
IIMS 2026: Sejumlah Merek Mobil Baru Akan Resmi meluncur di Indonesia
-
Belum Memiliki SLHS, 717 SPPG di Indonesia Timur Dihentikan Sementara
-
Operasional Delapan SPPG Tulungagung Dihentikan Sementara
-
Gajah Liar Teror Permukiman, Dua Pekan Warga Aceh Jaya Ronda Malam
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.