Institut Seni Indonesia Perkuat Bali sebagai Destinasi Budaya
Sabtu, 28 Mar 2026, 19:58 WIBDENPASAR -Â Inisiatif Institut Seni Indonesia (ISI) Bali dalam memperkuat daya tarik pariwisata Bali berbasis budaya mendapat apresiasi pemerintah. ISI menggelar kegiatan bertajuk âKalangan Widya Mahardika V.â Langkah ini diapresiasi Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana.
Menpar Widiyanti menegaskan bahwa seni, desain, dan budaya memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan ekosistem kepariwisataan Bali. âAcara Kalangan Widya Mahardika V dan Pameran Tunggal Profesor Wayan Kun Adnyana merupakan kegiatan yang berkontribusi dalam memperkuat daya tarik pariwisata Bali sebagai destinasi berbasis budaya berkelas dunia. Ini merupakan inisiatif yang patut diapresiasi,â kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.
Menpar menjelaskan, dalam Indonesia Tourism Outlook 2025â2026 yang disusun bersama Bank Indonesia dan Kementerian PPN/Bappenas, terdapat enam tren utama pariwisata, salah satunya adalah cultural immersion.
Tren ini menunjukkan bahwa wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara, semakin menempatkan interaksi sosial dan pembelajaran lintas budaya sebagai bagian penting dari pengalaman perjalanan mereka.
Karena itu, ruang-ruang kreatif yang mampu menghadirkan budaya secara hidup dinilai semakin penting dalam memperkuat daya tarik destinasi.
Kalangan Widya Mahardika V merupakan edisi kelima dari rangkaian pameran dan perhelatan seni di ISI Bali yang mempertemukan mahasiswa, dosen, dan praktisi seni, serta berlangsung selama sepekan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Sadhamasa Widya Mahardika atau Bulan Pendidikan.
Salah satu rangkaian utama kegiatan ini adalah pagelaran kolosal intermedium bertema âKirtyaâJnanaâKawyaâ, karya kolaboratif mahasiswa dan dosen yang memadukan seni tari, pertunjukan cahaya, unsur elektrik, animasi, serta iringan gamelan dan musik orkestra.
Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan pameran Pharama Paraga, yakni pameran tunggal retrospektif yang menampilkan perjalanan 20 tahun seni lukis kontemporer Prof. Dr. Wayan Kun Adnyana.
Pameran ini menampilkan 88 karya yang merekam evolusi artistik, mulai dari figur metaforis biografis hingga eksplorasi bentuk abstrak baru.
Karya-karya tersebut dikurasi oleh Jeon Dongsu, Warih Wisatsana, dan Alaida Niwaya, serta akan berlangsung mulai 25 Maret hingga Mei 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Menpar Widiyanti juga menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara Politeknik Pariwisata Bali dan Institut Seni Indonesia Bali dalam rangka penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Menpar berharap kolaborasi ini dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata Indonesia.
âPariwisata sangat erat hubungannya dengan kebudayaan. Karena itu, kolaborasi seperti ini menjadi sangat penting untuk memperkuat kualitas SDM pariwisata nasional,â katanya. Sementara itu, Rektor ISI Bali, I Wayan Adnyana menjelaskan bahwa âKalanganâ dimaknai sebagai ruang aktualisasi, sedangkan âMahardikaâ berarti kemerdekaan yang dicapai melalui proses pendakian yang sungguh-sungguh.
Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian individu, tetapi juga pada cita-cita yang lebih besar bagi institusi, bangsa, dan kemanusiaan. âTerima kasih kepada semua pihak yang hadir. Dengan niat tulus, kami persembahkan kesungguhan ISI Bali untuk Indonesia,â ucap I Wayan Adnyana.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Perubahan Status Bulog Masih Digodok, Bola Ada di DPR
-
Petugas Berlakukan Buka Tutup “Rest Area” Tol Cipali
-
TNI AD Gerak Cepat! 5 Sumur Bor di Garut Diresmikan, Target 1.000 Titik Air Bersih untuk Warga
-
Kemandirian Fiskal Daerah Ditentukan Strategi PAD
-
Hasil Liga Italia: Napoli Kalahkan Lecce 2-1, Juventus Menang Tipis atas Udinese
-
Mauricio Souza: Kemenangan Atas Malut United Penting Agar Persija Tetap di Jalur Juara
-
Perlu Perubahan untuk Cegah Krisis Demografi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.