Pertumbuhan Tanaman REDD+ di Banjarbaru Berjalan Optimal

Kamis, 26 Mar 2026, 22:37 WIB

Banjarbaru - Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan memastikan pertumbuhan tanaman program REDD+ pada lahan sekitar 100 hektare di Kelurahan Cempaka, Banjarbaru, berjalan optimal sebagai bagian dari upaya rehabilitasi hutan dan penurunan emisi dari sektor kehutanan.

Kepala Dishut Kalsel Fathimatuzzahra di Banjarbaru, Kamis, mengatakan pemantauan dilakukan untuk mengevaluasi perkembangan tanaman sejak penanaman dimulai pada 27 November 2025 melalui skema REDD+ Green Climate Fund (GCF) Output 2.

Ket. Foto: Kepala Dishut Kalsel Fathimatuzzahra (kanan) meninjau pertumbuhan tanaman program REDD+ di Cempaka, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (26/3/2026). — Sumber: Antara

“Peninjauan ini penting untuk memastikan tanaman yang telah ditanam dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat jangka panjang, baik dari sisi ekologis maupun ekonomi,” ucapnya.

Dia menyebutkan jenis tanaman yang dikembangkan meliputi ulin, eucalyptus, serta tanaman buah, seperti mangga, nangka, cempedak, alpukat, kuini, manggis, dan matoa.

“Pemilihan jenis tanaman tersebut tidak hanya mendukung rehabilitasi lahan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi dan menjaga keanekaragaman hayati,” katanya.

Ia menyampaikan hasil pemantauan di lapangan menunjukkan tingkat hidup tanaman tergolong baik, dengan pertumbuhan tinggi dan tajuk yang berkembang pada sebagian besar area tanam.

Program REDD+ tersebut, kata dia, bagian dari upaya rehabilitasi hutan dan lahan yang didukung pendanaan internasional sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Indonesia dalam menekan emisi akibat deforestasi dan degradasi hutan.

Ia juga menegaskan keberhasilan program tidak hanya ditentukan pada tahap penanaman, tetapi juga pada perawatan dan pengawasan berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kegiatan tersebut sejalan dengan visi Pemprov Kalsel dalam memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim melalui langkah mitigasi dan adaptasi yang berkelanjutan,” ujar Fathimatuzzahra.

Melalui peninjauan rutin, Dishut Kalsel memastikan capaian program tetap terjaga sekaligus menyiapkan langkah lanjutan guna mengoptimalkan keberhasilan rehabilitasi hutan dan pelestarian lingkungan di Kalimantan Selatan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.