Mentan: Stok Pangan Aman, Harga Tetap Stabil di Seluruh Daerah
Senin, 23 Mar 2026, 20:26 WIBJAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok komoditas pangan nasional dalam kondisi cukup dan harga tetap stabil menjelang hingga Idulfitri. Kondisi ini dinilai membawa dampak positif bagi seluruh pelaku rantai pangan, mulai dari petani, pedagang, hingga masyarakat sebagai konsumen.
Berdasarkan pantauan di berbagai pasar tradisional dan modern, harga kebutuhan pokok terpantau stabil dengan ketersediaan stok yang memadai. Pemerintah menilai stabilitas ini merupakan hasil kerja bersama lintas sektor.
Amran menjelaskan, keberhasilan menjaga stok dan stabilitas harga pangan didukung oleh peningkatan produksi, penguatan cadangan pangan. Pengawasan distribusi, serta pengendalian harga di pasar.
âKita ingin semua tersenyum. Petani tersenyum karena harga hasil panennya baik, pedagang tersenyum karena barang tersedia dan bisa dijual, dan masyarakat juga tersenyum karena harga pangan terjangkau,â ujar Amran dalam keterangan tertulis, Minggu (22/3).
Terkait komoditas beras, Amran menyebut posisi stok nasional dalam kondisi sangat kuat. Cadangan Beras Pemerintah di gudang Bulog mencapai sekitar 4,09 juta ton. Sementara beras yang beredar di masyarakat berkisar 11 hingga 12 juta ton. Selain itu, potensi panen dalam waktu dekat diperkirakan mencapai 12 juta ton.
Secara total, stok beras nasional diperkirakan mencapai sekitar 28 juta ton. Setara dengan ketahanan pangan hingga sekitar 11 bulan ke depan.
Produksi beras nasional juga menunjukkan tren peningkatan seiring berlangsungnya panen raya di berbagai daerah pada Maret hingga April 2026. Kondisi ini tidak hanya memperkuat stok, tetapi juga menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani.
âProduksi kita meningkat, panen raya terjadi di banyak daerah. Sehingga stok beras nasional sangat kuat dan berada di atas kebutuhan konsumsi nasional,â kata Amran.
Dengan kondisi tersebut, Indonesia berada dalam kondisi surplus beras. Selain beras, sejumlah komoditas strategis lainnya juga tercatat surplus hingga April 2026.
Ketersediaan beras mencapai 27,5 juta ton dengan kebutuhan 10,3 juta ton, menghasilkan surplus 17,2 juta ton. Untuk cabai rawit, ketersediaan mencapai 409 ribu ton dengan kebutuhan 304 ribu ton atau surplus 105 ribu ton.
Daging ayam mencatat ketersediaan 2,07 juta ton dengan kebutuhan 1,34 juta ton, sehingga surplus 727 ribu ton. Sementara itu, bawang merah memiliki ketersediaan 479 ribu ton dengan kebutuhan 422 ribu ton atau surplus 57 ribu ton.
Khusus pada Maret 2026, produksi cabai juga mengalami surplus, dengan cabai rawit merah surplus sekitar 46.868 ton dan cabai besar sekitar 8.282 ton. Kondisi ini berdampak pada harga cabai yang mulai stabil dan cenderung menurun di pasar.
âKalau produksi surplus dan distribusi lancar, maka harga akan stabil. Itu yang terus kita jaga dari hulu sampai hilir,â ujar Amran. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
KPK Dalami Peran Konsultan Pajak dalam Pengajuan Restitusi di KPP Madya Banjarmasin
-
Gen Z Indonesia Pilih Liburan Singkat tapi Sering, Destinasi Domestik Jadi Favorit Utama
-
Kekerasan Seksual di Ponpes, MUI Desak Evaluasi Relasi Kuasa Guru dan Murid di Lembaga Pendidikan
-
Krisis Hormuz Belum Reda, Bahlil Lapor ke Prabowo: Stok Minyak Mentah RI Masih Aman
-
Pemanfaatan ruang digital untuk penjualan hewan kurban
-
Veda Ega Pratama Start dari Urutan Ke-17 Moto3 Spanyol
-
Pelayaran di Selat Hormuz Terhenti Usai Pengumuman Blokade AS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.