BMKG Peringatkan akan Potensi Terjadinya Hujan Lebat di NTT hingga H+3 Lebaran
Minggu, 22 Mar 2026, 20:40 WIBKUPANGÂ - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). BMKG menyebut, hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat berpotensi terjadi hingga Senin (23/3) atau H+ Lebaran.
Demikian disampaikan Prakirawan cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Riris Eliza Helen, di Kupang, Minggu (21/3).
Ia mengatakan, hujan lebat tersebut berpotensi disertai petir dan angin kencang yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
âWaspada dampak hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang. Ini dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi,â ujar dia.
Kondisi cuaca ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer skala regional, seperti menguatnya Monsun Asia, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer frekuensi rendah. Serta aktifnya gelombang ekuator Rossby yang meningkatkan curah hujan di wilayah NTT.
Selain itu, keberadaan Siklon Tropis Narelle di wilayah Australia bagian utara. Tepatnya, di Teluk Carpentaria, turut memicu terbentuknya daerah belokan, perlambatan, dan pertemuan angin di sekitar NTT.
âKondisi ini meningkatkan pertumbuhan awan hujan. Sehingga berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat,â kata dia.
BMKG merinci, pada Minggu (22/3), wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi Kabupaten Belu, Malaka, Sabu Raijua. Kemudian, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Sikka, Ende, Lembata, dan Flores Timur.
Sementara itu, hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan Rote Ndao. Memasuki Senin (23/3), potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di Rote Ndao, Sabu Raijua, Belu, Manggarai Timur, Timor Tengah Utara (TTU), dan Alor.
Adapun wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTU. Kemudian, Timor Tengah Selatan (TTS), Belu, Malaka, dan Sumba Timur.
BMKG juga mencatat kelembapan udara pada lapisan 850â500 mb cukup tinggi, berkisar antara 50 hingga 90 persen. Hal ini mendukung pertumbuhan awan hujan secara vertikal di wilayah NTT.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui layanan resmi BMKG yang tersedia selama 24 jam. Baik melalui telepon, WhatsApp, media sosial, maupun aplikasi Info BMKG. ils/I-1
- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
- cuaca ekstrem NTT
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Jangan Tunggu Krisis! Daerah Rawan Pangan Harus Jadi Prioritas
-
Tanggul Sungai Godo yang Jebol Memperparah Banjir di Pati
-
Pemprov DKI Jakarta Segera Rumuskan Skema Pengelolaan PLTSa
-
BMKG Prakirakan Cuaca Sejumlah Wilayah di Indonesia Berawan hingga Hujan Ringan pada Kamis
-
Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar Mundur dari Pelatnas PBVSI
-
Menag: Idul Adha 2026 Mengusung Spirit Kurban Merawat Alam dan Kemanusiaan
-
Pertamina Patra Niaga dan SKK Migas Optimalkan Produk Dalam Negeri
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.