Timnas Iran Tetap Bersiap ke Piala Dunia, Tolak Bermain di Amerika Serikat di Tengah Ketegangan Politik

Jumat, 20 Mar 2026, 00:50 WIB

PARIS - Tim nasional Iran memastikan tetap melanjutkan persiapan menuju Piala Dunia 2026, meski menolak bertanding di wilayah Amerika Serikat. Pernyataan tegas ini disampaikan Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, di tengah memanasnya konflik antara kedua negara sejak akhir Februari.

Iran menjadi salah satu tim pertama yang lolos ke putaran final. Namun, situasi geopolitik membuat partisipasi mereka sempat diragukan. Turnamen edisi 2026 sendiri akan berlangsung pada tanggal 11 Juni hingga 19 Juli, dengan tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Ket. Foto: Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj. — Sumber: AFP

Dalam jadwal awal, Iran dijadwalkan memainkan seluruh laga fase grup di Amerika Serikat. Namun, Taj mengungkapkan bahwa federasi FFIRI tengah bernegosiasi dengan FIFA agar pertandingan dipindahkan ke Meksiko.

“Kami akan memboikot Amerika Serikat, tetapi tidak akan memboikot Piala Dunia,” tegas Taj. “Tim nasional saat ini menjalani pemusatan latihan di Turki dan akan memainkan dua laga uji coba di sana.”

Sebagai bagian dari persiapan, Iran dijadwalkan menghadapi Nigeria pada tanggal 27 Maret dan Costa Rica empat hari kemudian dalam turnamen invitasi empat negara di Antalya, Turki. Ajang ini sebelumnya direncanakan berlangsung di Yordania, namun dipindahkan akibat konflik di kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, isu keamanan juga mencuat setelah tim nasional putri Iran kembali dari Women's Asian Cup di Australia. Seluruh delegasi sempat ditawari suaka oleh pemerintah Australia karena kekhawatiran atas keselamatan mereka. Meski tujuh pemain awalnya menerima, hanya dua yang akhirnya memilih menetap.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya menyatakan para pemain Iran tetap diizinkan bertanding di negaranya, namun mengisyaratkan adanya potensi risiko terhadap “kehidupan dan keselamatan” mereka. Ia kemudian menegaskan ancaman tersebut bukan berasal dari pihak Amerika Serikat.

Pernyataan itu justru dijadikan dasar oleh Taj untuk mendesak pemindahan venue pertandingan.

Sementara itu, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyatakan negaranya siap menjadi tuan rumah bagi laga-laga Iran, termasuk melawan Selandia Baru, Belgia, dan Mesir.

Namun keputusan akhir tetap berada di tangan FIFA. Otoritas sepak bola dunia itu menyatakan masih menjalin komunikasi dengan FFIRI, tetapi berharap seluruh tim tetap bertanding sesuai jadwal yang telah diumumkan pada 6 Desember 2025.

  • iran
  • Konflik AS-Israel dengan Iran
  • Piala Dunia 2026

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.