One Way Tol Trans Jawa Bisa Berakhir Kapan Saja, Menteri Dudy Purwagandhi Ungkap Syaratnya
Rabu, 18 Mar 2026, 16:15 WIBPurwakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan bahwa rekayasa lalu lintas satu arah atau one way nasional di Tol Trans Jawa, akan berakhir tergantung dengan situasi lalu lintas arus mudik.
Dia mengatakan bahwa rekayasa itu dilakukan karena sudah terjadi peningkatan volume kendaraan di jalan tol dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah. Namun, jika nantinya volume kendaraan sudah normal maka lalu lintas normal dua arah akan kembali berlaku.
"Tentu kita lihat sampai seberapa jauh bangkitan dari kendaraan yang melakukan perjalanan mudik ini," kata Dudy di Gerbang Tol Cikampek, Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (18/3).
Menurut dia, Jasa Marga sebagai pengelola jalan tol memiliki parameter V/C ratio atau rasio kapasitas kendaraan di jalan tol untuk menerapkan langkah rekayasa lalu lintas tertentu.
Saat ini, rasio volume kendaraan sudah mencapai angka 8.000, sehingga perlu diberlakukan one way.
"Kemudian apabila V/C ratio berkurang, maka rekayasa lalu lintas pun akan dikurangi atau disesuaikan," katanya.
Sementara itu, dia mengingatkan kepada para pemudik yang melakukan perjalanan berasal dari arah timur menuju ke arah barat, untuk menggunakan jalur arteri. Pemerintah, kata dia, juga telah mempersiapkan sejumlah jalur arteri tersebut demi kenyamanan pemudik.
Sebelumnya, rekayasa lalu lintas satu arah atau one way nasional di Tol Trans Jawa resmi diberlakukan pada Rabu siang, atau H-3 Lebaran 2025, yang dimulai dari KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama, Jawa Barat, hingga ke KM 414 di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah.
Peresmian dimulainya rekayasa itu ditandai dengan pengibaran bendera oleh Dudy bersama jajaran kepolisian, Jasa Marga, hingga Jasa Raharja. One way tersebut resmi dimulai pada pukul 13.25 WIB.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Syaiful Ma’arif Nahkodai IKA FH Unair 2025–2030, Alumni Siap Perkuat Peran Kebangsaan
-
Usaha penggilingan pada rakyat
-
PIHPS: Harga Cabai Rawit Merah Rp73.850/Kg, Telur Ayam Rp33.000/Kg
-
BMKG: Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan dengan Intensitas Bervariasi pada Jumat
-
Simbol Persahabatan Berpamitan, Bagaimana Kelanjutan Diplomasi Panda Jepang-Tiongkok?
-
Hasil Piala Afika 2025: Nigeria Lolos ke 16 Besar Usai Taklukkan Tunisia
-
Polres Bogor Terapkan “One Way” Situasional di Jalur Puncak
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.