Krisis Global, Pemprov Jakarta Dorong Kerja di Rumah untuk Hemat BBM

Rabu, 18 Mar 2026, 05:23 WIB

JAKARTA – Guna mengirit bahan bakar minyak, akan dilakukan berbagai cara, seperti bekerja di rumah saja. Dengan tidak ke kantor diharapkan terjadi penghematan BBM. “Maka, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta akan mendorong pegawai bekerja dari rumah,” kata Gubernur Jakarta, Pramono Agung, Selasa (17/3).

Dia memastikan mengikuti arahan pemerintah untuk menghemat konsumsi BBM dengan mempertimbangkan kebijakan bekerja dari rumah (WFH) sebagai langkah antisipasi dampak krisis global. “Arahan pemerintah pusat akan dijalankan Pemprov Jakarta,” ujar Pramono Anung Wibowo.

Ket. Foto: hemat bbm — Sumber: ant

Dia menyatakan konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran yang berkepanjangan dapat memberikan tekanan terhadap penyediaan energi, terutama gas dan BBM di Indonesia. Terlebih lagi, sambung dia, saat ini harga BBM memang sudah naik signifikan. Kendati demikian, Pramono menyebutkan ketersediaan BBM, khususnya di Jakarta, terbilang masih aman. Dia yakin tidak akan terjadi panic buying.

Sebelumnya, pemerintah mendorong langkah penghematan BBM dengan mempertimbangkan kebijakan WFH. "Tentunya, kita sekarang harus melakukan langkah-langkah proaktif, dalam arti harus menghemat konsumsi BBM. Kita tidak bisa menganggap bahwa apa pun terjadi aman. Kita bersyukur masih aman, tapi tetap harus ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM," kata Presiden Prabowo.

Dia mengungkapkan, perkembangan situasi global di kawasan Eropa dan Timur Tengah berpotensi memengaruhi harga BBM. Kenaikan harga energi juga akan berdampak pada harga pangan sehingga pemerintah perlu menyiapkan langkah-langkah proaktif. Menurut Prabowo, Indonesia telah mengamankan sejumlah kebutuhan pangan mendasar.

Di sisi lain, pemerintah juga memiliki rencana terkait sektor energi yang akan dipercepat pelaksanaannya. Meski demikian, Prabowo menekankan penghematan konsumsi BBM tetap perlu dilakukan sebagai upaya menghadapi ketidakpastian global. 

Jangan Panik

Sementara itu, Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) Tulus Abadi menyarankan masyarakat agar tidak melakukan aksi memborong (panic buying) BBM karena dapat menyebabkan kelangkaan dan mendorong harganya naik. “Aksi panic buying adalah instan dan bahkan egois. Juga tak akan menyelesaikan permasalahan. Jadi, sebaiknya aksi panic buying  tidak dilakukan masyarakat,” kata Tulus.

Menurutnya, rakyat justru harus mulai memikirkan cara dan strategi untuk memitigasi dampaknya dengan cara mengendalikan konsumsi BBM. Contoh, menggunakan angkutan umum untuk aktivitas dan mobilitas harian. Di sisi lain, dia mendorong pemerintah agar membuat kebijakan rasional dan holistik untuk pengendalian konsumsi BBM sehingga fenomena tersebut dapat disikapi secara rasional oleh masyarakat.

Tulus menjelaskan, penerapan kebijakan bekerja dari rumah atau dari mana saja (WFH/WFA), pengurangan hari kerja, dan pengurangan jam kerja, seperti dilakukan banyak negara, dapat dipertimbangkan. Ini termasuk juga mengevaluasi konsumsi kuota BBM bersubsidi sebesar 60 liter per hari (untuk pertalite) dapat diwacanakan. “Konsumsi pertalite kita rerata hanya 19,5 liter per hari untuk kendaraan pribadi secara nasional. Mengevaluasi kuota konsumsi BBM bersubsidi, lebih kecil dampak sosial ekonominya dari pada menaikkan harga BBM,” ujar Tulus.

Lebih lanjut, dia mengakui perang Amerika Serikat-Israel terhadap Iran dikhawatirkan dapat mendistorsi pasokan BBM di ranah global, termasuk Indonesia. Kondisi tersebut, dapat dimengerti karena selama ini, pasokan BBM dan gas elpiji untuk Indonesia berasal dari area Timur Tengah.

Fenomena tersebut juga memantik kekhawatiran serius bagi masyarakat karena disinyalir akan menciptakan kelangkaan BBM di pasaran. Pemerintah pun menggulirkan wacana kebijakan WFH untuk ASN demi menghemat BBM. “Walau wacana ini tertinggal dibanding negara lain, dari sisi pengendalian konsumsi, cukup bisa dipahami,” ungkap Tulus.

Beberapa waktu lalu memang terjadi aksi borong BBM seperti di Aceh dan Jember karena warga khawatir kehabisan BBM. Tulus mengingatkan apabila tidak segera dimitigasi, maka aksi borong BBM dikhawatirkan semakin meluas. 

  • Hemat BBM

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.