Pesantren Kilat Dompet Dhuafa: Ajarkan Mitigasi Bencana Sejak Dini pada Anak Penyintas Aceh

Selasa, 17 Mar 2026, 18:15 WIB

JAKARTA - Anak-anak penyintas banjir di Aceh Utara mendapatkan edukasi kebencanaan melalui program Pesantren Kilat yang digelar Dompet Dhuafa. Kegiatan ini berlangsung di pengungsian Dusun Lhok Pungki, Desa Gampong Gunci, Kecamatan Sawang.

Program tersebut diselenggarakan oleh Disaster Management Center Dompet Dhuafa selama bulan Ramadan. Kegiatan ini menyasar anak-anak terdampak bencana untuk membangun kesiapsiagaan sejak dini.

Ket. Foto: Anak-anak penyintas banjir di Aceh Utara mendapatkan edukasi kebencanaan melalui program Pesantren Kilat yang digelar Dompet Dhuafa. Kegiatan ini berlangsung di pengungsian Dusun Lhok Pungki, Desa Gampong Gunci, Kecamatan Sawang. — Sumber: Istimewa

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai materi edukatif terkait kebencanaan. Mulai dari sejarah bencana di Aceh hingga pentingnya kesiapsiagaan dan menjaga lingkungan.

"Lewat Pesantren Kilat Kebencanaan ini, kami berharap anak-anak memiliki kesadaran terhadap potensi bencana," kata Abdul Azis.

Abdul Azis yang merupakan tim Mitigasi dan Diklat Bencana DMC Dompet Dhuafa menjelaskan kegiatan ini tidak hanya bersifat edukatif. Program ini juga menjadi sarana refleksi bagi anak-anak untuk memahami hubungan antara alam dan risiko bencana.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu membentuk sikap siaga sejak usia dini. Edukasi dilakukan dengan pendekatan yang ringan dan mudah dipahami oleh anak-anak.

"Kami ingin mengisi hari-hari mereka dengan hal positif meski masih berada di pengungsian," ujar Azis.

Kepala Dusun Lhok Pungki, Firmadi, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi kebencanaan sangat penting dalam membangun mental anak-anak yang terdampak bencana.

"Anak-anak sekarang lebih mengenal bencana dan terlihat lebih ceria meski masih tinggal di tenda," kata Firmadi.

Menurutnya, kegiatan ini juga membantu mengurangi trauma yang dialami anak-anak pascabencana. Pendekatan edukatif dan rekreatif membuat mereka lebih siap menghadapi kondisi serupa di masa depan.

Selain materi kebencanaan, anak-anak juga mendapatkan pembinaan keagamaan. Kegiatan tersebut meliputi hafalan Al-Qur’an, lomba pidato, serta aktivitas hiburan lainnya.

"Hari ini saya ikut lomba pidato dan belajar tentang bencana. Seru sekali," ujar Maulana Fiqri.

Program ini tidak hanya menyasar anak-anak, tetapi juga melibatkan orang tua di pengungsian. Dompet Dhuafa turut menggelar kegiatan buka puasa dan sahur bersama untuk memperkuat kebersamaan.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan moral bagi warga terdampak. Kehadiran relawan diharapkan mampu memberikan semangat di tengah kondisi sulit.

Selain di Aceh Utara, program serupa juga dilaksanakan di Aceh Tengah. Tepatnya di kawasan hunian sementara Kampung Rejewali, Kecamatan Ketol.

Wilayah tersebut juga terdampak banjir bandang pada akhir 2025 lalu. Program ini menjadi bagian dari komitmen Dompet Dhuafa dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana.

Melalui kegiatan ini, anak-anak tetap memiliki ruang untuk belajar dan bermain. Upaya ini dinilai penting untuk menjaga tumbuh kembang mereka meski berada dalam situasi pengungsian.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.