IHSG Hari Ini Melemah Seiring Ekspektasi Moneter Ketat Imbas Perang AS-Iran

Senin, 16 Mar 2026, 10:00 WIB

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (16/3) bergerak melemah seiring ekspektasi akan diterapkannya kebijakan moneter ketat imbas eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

IHSG dibuka melemah 21,76 poin atau 0,30 persen ke posisi 7.115,45. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 3,38 poin atau 0,46 persen ke posisi 724,95.

Ket. Foto: Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (4/3/2026). — Sumber: ANTARA

"Kiwoom Research masih menyarankan untuk perbanyak sikap wait and see, simpan lebih banyak cash demi mengantisipasi gejolak global selama IDX tidak beroperasi (libur lebaran)," ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Dari mancanegara, fokus pelaku pasar pada pekan ini, tertuju pada pertemuan FOMC The Fed pada 17-18 Maret 2026, yang akan merilis proyeksi ekonomi terbaru dan memberi sinyal arah suku bunga di tengah lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah.

Lonjakan harga energi mulai mengubah ekspektasi kebijakan moneter global, yang mana pasar memperkirakan kurang dari satu kali pemangkasan suku bunga The Fed hingga akhir tahun, menurun dari ekspektasi dua kali pemangkasan sebelum perang pecah.

Selain itu, data ekonomi AS menunjukkan kombinasi pertumbuhan yang melambat dan inflasi yang masih tinggi. PDB AS kuartal IV 2025 direvisi turun menjadi 0,7 persen, sementara core PCE Januari naik 3,1 persen, jauh di atas target inflasi The Fed sebesar 2 persen.

"Kondisi ini meningkatkan risiko bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama," ujar Liza.

Di sisi lain, pelaku pasar masih memantau perkembangan perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS), termasuk potensi serangan lanjutan terhadap fasilitas energi dan upaya membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz.

Selain itu, perhatian tertuju pada kemungkinan pembicaraan Israel-Lebanon terkait gencatan senjata Hezbollah.

Sementara itu, hubungan ekonomi China-AS disorot melalui pembahasan mekanisme Board of Trade dan Board of Investment menjelang rencana pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

Pejabat ekonomi AS dan China mengadakan pembicaraan di Paris yang membahas peningkatan perdagangan di sektor pertanian, energi, dan mineral kritis menjelang rencana pertemuan Trump dan Xi Jinping pada akhir Maret 2026.

Sekutu AS di kawasan Asia Pacific menyepakati investasi energi sekitar 57 miliar dolar AS melalui 22 kesepakatan dengan perusahaan AS dalam Indo-Pacific Energy Security Forum di Tokyo.

Kesepakatan ini mencerminkan upaya AS memperkuat keamanan energi sekutu dan menambah pasokan global di tengah gangguan pasokan akibat perang Iran dan penutupan Selat Hormuz. Jepang juga menyatakan minat meningkatkan pembelian minyak AS.

Dari dalam negeri, pemerintah menegaskan kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan AS tetap menjadi dasar hubungan dagang bilateral di tengah investigasi perdagangan yang sedang berlangsung di AS, yang disebut sebagai bagian dari mekanisme hukum administratif internal.

Pemerintah memastikan akan mengikuti proses tersebut sambil terus berkomunikasi dengan otoritas AS serta melanjutkan proses domestik implementasi ART termasuk konsultasi dengan DPR dan tahapan ratifikasi.

Pada perdagangan Jumat (13/3/2026), bursa saham Eropa kompak melemah, diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,56 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,42 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,60 persen, serta indeks CAC Prancis melemah 0,91.

Bursa AS di Wall Street juga kompak melemah pada perdagangan Jumat (13/3/2026), di antaranya indeks S&P 500 turun 0,6 persen ke 6.632, indeks Nasdaq terpangkas 0,9 persen ke 22.105, dan indeks Dow Jones melemah 0,3 persem ke 46.559.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 705,00 poin atau 1,31 persen ke 53.114,60, indeks Shanghai melemah 38,75 poin atau 0,95 persen ke 4.056,70, indeks Hang Seng menguat 61,34 poin atau 0,24persen ke 25.2563,94, dan indeks Strait Times menguat 1,34 poin atau 0,03 persen ke 4.843,70.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Kemhan Sampaikan Duka Cita, Dua Peserta Program SPPI Meninggal Dunia Saat Latsarmil

Dukung Arahan Danantara, BTN Buka Peluang Buyback Saham Lewat Revisi RBB

228.016 Calon Siswa Lolos SPMB SMA dan SMK Negeri Jateng Tahun Ajaran 2026/2027.

Generasi Muda Disebut Paling Rentan Mengalami Gangguan Mental di Lingkungan Kerja.

Dinkes Maluku Edukasi Pentingnya Menjaga Kesehatan Sejak Dini Lewat Open Clinic Day.

118 Ijazah Siswa dari 11 Madrasah Ditebus, Pemkot Jakbar Gandeng Kemenag dan Baznas Bazis.

Bukan Sekadar Besaran Gaji, Pekerja Indonesia Cari Rasa Dihargai di Tempat Kerja

Virtus Technology Indonesia Resmi Jadi Master Distributor DJI Enterprise di Indonesia

Produk Bernilai Tambah Tinggi Asal Cilegon Tembus Kanada, Kemendag: Bukti Industri RI Makin Kuat

Trafik Uplink Melampaui Downlink, Pola Penggunaan Jaringan Digital Mulai Berubah

Info Loker! Job Fair Pemkab Magelang 2026 Tersedia 3.717 Lowongan

Shin Ye Eun Ajak Masyarakat Indonesia Rasakan Kehangatan Hunian Pintar Berbasis K-Wellness

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Babak Gugur Piala Dunia 2026 Mulai Terbentuk, Enam Negara Amankan Tiket 32 Besar, Empat Tersingkir

Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Ini Deretan Pemain yang Memperebutkan dari Messi, Mbappe, hingga Haaland, Siapa yang Layak?

Tiga Pejabat Tinggi Pratama Setjen MPR RI Dilantik, Siti Fauziah Tekankan Penguatan Kolaborasi dan Peningkatan Kinerja Lembaga

Peternak Sapi Perah Indonesia Raih Kenaikan Produksi Susu Berkat Transfer Teknologi AS

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.