Fakultas Ilmu Kesehatan UB Sediakan Layanan Analisis Komposisi Tubuh untuk Warga
Minggu, 15 Mar 2026, 18:33 WIBMALANG - Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Brawijaya (UB) terus mengembangkan fasilitas laboratorium untuk mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, serta pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya melalui pemanfaatan alat Body Composition Analyzer di Laboratorium Asesmen Gizi dan Komunikasi FIKES UB.
Kepala Laboratorium Asesmen Gizi dan Komunikasi FIKES UB, Ayuningtyas Dian Ariestiningsih, menjelaskan bahwa laboratorium tersebut pada awalnya difokuskan untuk menunjang kegiatan praktikum mahasiswa di bidang gizi. Namun seiring perkembangan fasilitas dan kebutuhan akademik, laboratorium juga mulai dimanfaatkan untuk kegiatan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat.
âLaboratorium kami memang fokus utamanya untuk kegiatan praktikum mahasiswa. Namun selain itu juga dimanfaatkan untuk penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, meskipun selama ini masih sebatas sebagai dukungan alat,â ujar Ayuningtyas.
Pengembangan fasilitas laboratorium ini didukung oleh hibah pengembangan laboratorium pendidikan yang diperoleh pada tahun 2022. Melalui hibah tersebut, laboratorium melengkapi perangkat asesmen kesehatan dengan alat Body Composition Analyzer tipe InBody 970 yang memiliki kemampuan analisis komposisi tubuh secara lebih rinci.
Body Composition Analyzer merupakan perangkat yang digunakan untuk mengukur berbagai parameter komposisi tubuh secara non-invasif. Melalui alat ini, pengguna dapat memperoleh informasi mengenai massa otot, massa lemak tubuh, kadar air tubuh, hingga distribusi komposisi tubuh secara segmental.
Data tersebut dapat menjadi dasar dalam mengevaluasi kondisi gizi, kebugaran, serta pemantauan kesehatan secara lebih akurat.
Ayuningtyas menjelaskan bahwa keberadaan alat ini memberikan manfaat besar bagi proses pembelajaran mahasiswa, sekaligus membuka peluang pengembangan layanan kesehatan berbasis asesmen komposisi tubuh.
âDengan alat InBody 970 ini, kita bisa melakukan asesmen komposisi tubuh secara lebih spesifik dan mendalam. Harapannya tidak hanya bermanfaat untuk praktikum mahasiswa, tetapi juga dapat membuka peluang kerja sama dengan berbagai mitra, termasuk rumah sakit,â jelas Ayuningtyas.
Ke depan, laboratorium juga berencana mengembangkan layanan asesmen komposisi tubuh yang dapat diakses tidak hanya oleh sivitas akademika UB, tetapi juga masyarakat umum.
Layanan tersebut nantinya tidak hanya berupa pengukuran komposisi tubuh, tetapi juga dilengkapi dengan konseling gizi agar hasil pemeriksaan dapat dipahami dan dimanfaatkan secara optimal.
Saat ini, pembukaan layanan tersebut masih menunggu penetapan tarif resmi yang memerlukan dasar hukum dari universitas. Meski demikian, laboratorium telah menyiapkan fasilitas, sumber daya manusia, serta mekanisme layanan yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaannya.
âSering kali masyarakat hanya menerima hasil pengukuran tanpa memahami maknanya. Karena itu nantinya layanan ini juga akan dilengkapi dengan konseling gizi agar hasil asesmen bisa ditindaklanjuti dengan lebih tepat,â tambah Ayuningtyas.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Menyaksikan Keindahan Kota Wamena dari Ketinggian Tugu Salib
-
Australia Impor 250.000 ton Pupuk dari Indonesia
-
Dedieselisasi Harus Diperluas dengan Setop Pembangkit Listrik Gas dan Batu Bara
-
Mendagri Apresiasi Kementerian PKP Pada Program Bedah 21 Ribu Rumah Tidak Layak Huni di Papua
-
Internet Gratis untuk Warga, Tanjungpinang Perkuat Layanan Digital
-
Pemprov Sulsel Respon Keluhan Warga, Jalan Makassar–Maros Segera Mulus
-
Blokade Berakhir, Aliran Minyak Dunia Melalui Selat Hormuz Kembali Normal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.