Mendagri Apresiasi Kementerian PKP Pada Program Bedah 21 Ribu Rumah Tidak Layak Huni di Papua

Rabu, 15 Apr 2026, 19:40 WIB

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengapresiasi program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dijalankan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di wilayah Papua. Program ini dinilai menjadi langkah strategis dalam mengatasi persoalan hunian masyarakat yang masih cukup tinggi di kawasan tersebut.

Mendagri menyebut, masih banyak masyarakat di Papua yang belum memiliki rumah atau tinggal di hunian yang tidak layak. Karena itu, intervensi pemerintah pusat melalui program perumahan dinilai sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Ket. Foto: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengapresiasi program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dijalankan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di wilayah Papua. Program ini dinilai menjadi langkah strategis dalam mengatasi persoalan hunian masyarakat yang masih cukup tinggi di kawasan tersebut. — Sumber: Istimewa

"Ini Pak Menteri PKP punya program yang sangat luar biasa, baik rumah subsidi maupun bedah rumah dan lain-lain. Bahkan untuk yang bedah rumah ini, tadi minimal dia mengalokasikan 21.000 [rumah di wilayah Papua]," ujarnya usai rapat di Kantor Pusat Kemendagri, Rabu (15/4/2026).

Ia mengakui, sebelumnya belum pernah ada program perumahan yang dilakukan secara masif seperti saat ini. Selain menyasar wilayah Papua, program serupa juga mencakup kawasan perbatasan yang memiliki tantangan pembangunan cukup kompleks.

Menurut Mendagri, skala program tersebut tidak mungkin sepenuhnya ditopang oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hal ini mengingat wilayah Papua terdiri dari enam provinsi dengan total 42 kabupaten/kota yang membutuhkan anggaran besar untuk pembangunan perumahan.

"Kalau kita secara mudah-mudah aja ya, 21.000 dibagi 42 kabupaten/kota kan lebih kurang hampir 500. Itu berapa biaya yang harus dikeluarkan APBD setiap kabupaten/kota yang ada di sana?" katanya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PKP yang mengambil peran utama dalam menjalankan program tersebut. Dukungan pemerintah pusat dinilai menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan perumahan di wilayah Papua.

"Kami menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pak Menteri Perumahan, Pak Ara Sirait atas program perumahan termasuk bedah rumah di antaranya dengan jumlah yang cukup signifikan di Papua, Tanah Papua," jelasnya.

Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait menjelaskan bahwa program perumahan di Papua tidak hanya terbatas pada bedah rumah. Pemerintah juga menyiapkan skema lain seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan serta rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Selain itu, penanganan kawasan kumuh juga menjadi bagian dari program yang dijalankan pemerintah. Terdapat tiga lokasi prioritas yang akan diperbaiki, yakni di Papua Induk, Papua Selatan, dan Sorong.

"Kemudian juga ada kawasan kumuh tiga [lokasi] yang diperbaiki, yaitu di Papua Induk, di Jayapura, kemudian di Papua Selatan dan juga di Sorong. Jadi programnya itu masif," ujarnya.

Program ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah timur Indonesia. Pemerintah optimistis, kolaborasi lintas kementerian dan daerah akan memperkuat dampak positif dari program tersebut.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.