Diskon Tarif Tol Mestinya Lebih Serius

Minggu, 15 Mar 2026, 14:09 WIB

JAKARTA – Masyarakat sebenarnya mengharapkan diskon tarif tol yang agak “serius” bukan hanya “basa-basi seperti hanya 30 persen. Tol tiap hari mengeruk uang rakyat. Harusnya saat lebaran seperti ini diskon yang lebih signifikan misalnya 50 persen. Lagi pula apa artinya diskon hanya 24 jam. Harusnya lebih lama, misalnya, satu pekan untuk arus mudik dan satu pekan arus balik.

“Ya, 30 persen itu terlalu sedikit. Kan tiap hari tol sudah mengeruk duit rakyat. Itu pun hanya berlaku 24 jam kurang lebih. Mestinya, agak serius dikitlah kalau mau memberi diskon, sepekn sebelum dan sesudah lebaran. Katakanlah 50-60 persen diskon. Itu baru serius,” ujar pemudik asal Serang, Hadi Wiyono (45) yang menuju Klaten, saat ditemui di Rest Area Pinang, Tol Tangerang-Jakarta, Minggu (15/3).

Ket. Foto: diskon terlalu rendah — Sumber: ist

Namun untuk mereka yang ingin memanfaatkan diskon sedikit tersebut perlu mencermati jadwalnya. PT Jasa Marga memberlakukan diskon tarif tol pada 15-16 Maret 2026 dalam rangka mendukung pelaksanaan mudik Lebaran.

Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasa Marga Trans Jawa Tol, Ria Marlinda Paalo mengatakan potongan tarif yang diberlakukan terdiri dari dua golongan. "Potongan tarif 30 persen untuk perjalanan menerus dari Gerbang Tol Cikampek Utama menuju Gerbang Tol Kalikangkung," kata Ria kepada wartawan di kawasan Gerbang Tol Cikampek Utama, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu.

Sementara itu, di ruas Batang-Semarang, akan diterapkan potongan tarif yang berbeda, yaitu sekitar 46 persen bagi pengguna jalan yang melintas secara menerus melalui Gerbang Tol Kalikangkung.

19 Gardu Tol Cikatama

Jasa Marga membuka 19 gardu pada Gerbang Tol Cikampek Utama di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, untuk mengantisipasi lonjakan jumlah kendaraan pada masa mudik Lebaran 2026.

"Gerbang Tol Cikampek Utama yang biasanya mengoperasikan 15 gardu, saat ini kami tingkatkan menjadi 19 gardu yang berfokus melayani kendaraan dari arah Jakarta menuju timur Trans Jawa," ujar Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasa Marga Trans Jawa Tol, Ria Marlinda Paalo kepada wartawan di Cikampek, Sabtu.

Ria mengatakan peningkatan volume kendaraan sudah mulai terlihat sejak 11 Maret 2026, kendati belum terlalu signifikan. “Kalau terhitung sampai dengan tanggal 11 hingga 13 Maret, perhitungan kami sudah mencapai sekitar 108 ribu kendaraan yang melewati Gerbang Tol Cikampek Utama dari arah Jakarta menuju timur Trans Jawa. Jadi memang sudah terlihat lonjakan yang cukup tinggi," kata dia.

Namun demikian, kata Ria, peningkatan volume kendaraan itu belum disertai rekayasa lalu lintas. "Baik one way maupun contra flow. Untuk saat ini memang belum ada rekayasa lalu lintas sama sekali, karena seluruh lonjakan kendaraan masih dapat diantisipasi dengan baik," kata Ria.

Oleh karena itu, pembukaan 19 gardu pada Gerbang Tol Cikampek Utama dinilai cukup untuk mengatasi peningkatan volume kendaraan yang ada. Pantauan di Gerbang Tol Cikampek Utama pada hari Minggu dini hari pukul 00.40 WIB, arus kendaraan terpantau ramai lancar. Hampir tak ada penumpukan pada gardu-gardu yang ada.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.