Timnas Sepak Bola Pakai Jersey Produk Asing, KSPN: Kenapa Harus Impor, Industri Tekstil Garmen Kita Mampu Produksi

Sabtu, 14 Mar 2026, 09:45 WIB

JAKARTA-Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN), Ristadi menyayangkan keputusan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang menjalin kerja sama dengan produsen apparel olahraga asal Spanyol, Kelme, sebagai mitra resmi penyedia jersey tim nasional sepak bola hingga tahun 2030.

"Bagi kami keputusan tersebut menimbulkan pertanyaan besar mengenai keberpihakan PSSI terhadap industri nasional, khususnya di tengah kondisi industri tekstil garmen dalam negeri yang sedang menghadapi tekanan serius,"tegas Ristadi di Jakarta, Sabtu (14/3).

Ket. Foto: Aktivitas industri tekstil garmen dalam negeri — Sumber: istimewa

Ristadi menegaskan, kita tahu bahwa industri tekstil garmen sektor padat karya yang serap tenaga kerja banyak sedang membutuhkan dukungan nyata dari berbagai pihak. "Banyak pabrik menghadapi tantangan berat akibat penurunan permintaan global, tekanan biaya produksi, serta persaingan produk impor,"tambah dia

Dalam situasi seperti ini, setiap kebijakan, kerja sama, maupun belanja yang dapat melibatkan produksi dalam negeri seharusnya dimaksimalkan untuk membantu menjaga keberlangsungan industri tekstil garment serta melindungi jutaan tenaga kerja yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini.

"Kami menilai kerja sama PSSI dengan produsen luar negeri justru berpotensi menghilangkan kesempatan bagi industri garmen dalam negeri kita untuk memperoleh nilai tambah dari momentum besar seperti penyediaan jersey tim nasional. Padahal, Indonesia memiliki kapasitas industri tekstil dan garmen yang sangat memadai, baik dari sisi teknologi produksi, kualitas bahan, maupun pengalaman memasok berbagai merek global. Sebut saja produsen jersey lokal yang handal seperti Mills, Specs, Duraking dll. Produsen dalam negeri ini tak kalah kualitas dengan produsen luar,"ucapnya

Menurut kami kata Ristadi, keputusan tersebut juga menghadirkan ironi tersendiri. Di satu sisi pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan tengah mendorong gerakan penggunaan produk dalam negeri untuk memperkuat industri nasional. Namun di sisi lain, organisasi olahraga sebesar PSSI justru memberikan panggung kepada produsen luar negeri untuk produk yang sangat identik dengan identitas nasional: jersey tim nasional sepak bola Indonesia.

Kami menegaskan bahwa dukungan terhadap industri nasional tidak selalu harus berbentuk kebijakan besar. Terkadang, keputusan sederhana seperti memilih produsen dalam negeri untuk kebutuhan simbolik bangsa justru memiliki dampak psikologis dan ekonomi yang sangat besar. Jersey tim nasional bukan sekadar pakaian pertandingan, tetapi juga simbol kebanggaan nasional yang seharusnya dapat menjadi panggung bagi kemampuan industri dalam negeri.

Kami juga mengingatkan bahwa jiwa nasionalisme timnas tidak hanya diukur dari semangat di lapangan, tetapi juga dari keberpihakan PSSI pada ekosistem ekonomi bangsa sendiri. Jika PSSI belum mampu menghadirkan prestasi besar di tingkat internasional, setidaknya PSSI dapat menunjukkan keberpihakan yang nyata dengan mendukung penguatan industri dalam negeri yang sedang berjuang mempertahankan eksistensinya yang tenaga kerja banyak.

"Kami berharap PSSI dapat meninjau kembali arah kebijakan kerja sama tersebut, atau setidaknya membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi industri tekstil garmen nasional dalam rantai produksi dan distribusi apparel tim nasional ke depan,"tegas Ristadi

Bagi kami papar dia, sepak bola bukan hanya soal pertandingan, tetapi juga soal bagaimana momentum kebanggaan nasional sekaligus dapat memberi manfaat nyata bagi penguatan industri nasional, termasuk bagi para pekerja di sektor tekstil garment.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Iran Ancam Anggap Musuh Siapa Pun yang Ikut Blokade Ekonomi AS

Kanada Balas Tarif Trump, Siap Bidik Baja hingga Elektronik AS

Tragedi Shalat Jumat di Nigeria: Masjid Diserbu Geng Motor, 60 Jemaah Raib Diculik

Modus Baru, Penipu di Kamboja Jual Jasa 'Anti-Banned' untuk Kuras Data Medsos

Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.