- Home
-
- Luar Negeri
-
- Serangan Iran Terhadap Tar...
Serangan Iran Terhadap Target Energi di Teluk Picu Kembali Lonjakan Harga Minyak
Jumat, 13 Mar 2026, 01:00 WIBTEHERAN â Iran pada Kamis (12/3) melancarkan gelombang serangan baru terhadap target energi di Teluk, beberapa jam setelah dua kapal tanker minyak dihantam hingga, menyebabkan harga minyak mentah melonjak lagi meskipun terjadi rekor pelepasan cadangan dalam jumlah besar.
Serangan pesawat tak berawak dan misil terkini terhadap negara-negara tetangga Iran di Teluk dan Israel, terjadi setelah peringatan dari Teheran bahwa mereka dapat melancarkan perang berkepanjangan yang akan "menghancurkan" ekonomi dunia.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, bersikeras bahwa Iran menghadapi kekalahan yang sudah di depan mata, meskipun ia memperingatkan bahwa itu tidak berarti perang akan berakhir "segera".
Perang yang dilancarkan oleh AS dan Israel telah dengan cepat menyebar ke seluruh wilayah, dengan ratusan orang tewas akibat serangan Israel di Lebanon, dan memicu gejolak ekonomi global.
Pada Kamis pagi, Bahrain meminta warga untuk tetap berada di dalam rumah dan menutup jendela setelah serangan Iran terhadap depo bahan bakar, sementara Arab Saudi mengatakan telah mencegat drone yang menuju ladang minyak Shaybah dan distrik kedutaan besar.
Sebelumnya, drone menyerang tangki bahan bakar di Pelabuhan Salalah, Oman, yang kemudian menyebabkan operasi pelabuhan dihentikan.
Pengiriman barang di dalam dan sekitar jalur penting Selat Hormuz juga menjadi sasaran serangan, dengan sebuah kapal kontainer di dekat Uni Emirat Arab terkena proyektil tak dikenal, kata badan maritim Inggris dalam sebuah peringatan pada Kamis.
Proyektil tersebut menyebabkan kebakaran kecil di dalam pesawat, tetapi seluruh awak dilaporkan selamat, kata badan tersebut.
Insiden itu terjadi setelah serangan terhadap dua kapal tanker minyak di dekat Irak yang menurut pihak berwenang pada Kamis telah menewaskan setidaknya satu anggota kru. âSebanyak 38 orang lainnya telah diselamatkan, tetapi pencarian terhadap orang-orang lainnya masih terus dilakukan,â kata pihak berwenang.
Media pemerintah Irak mengatakan kepada kantor berita nasional INA bahwa dua kapal tanker tersebut menjadi sasaran sabotase dan kementerian perminyakan menyatakan sangat prihatin atas insiden yang melibatkan kapal tanker minyak di Teluk.
Selat Hormuz yang dilalui seperlima dari minyak dunia, secara efektif telah ditutup oleh ancaman Iran. Iran telah bersumpah bahwa tidak satu liter pun minyak akan diekspor dari Teluk selama serangan AS-Israel berlanjut.
Empat Insiden
Dalam satu hari terakhir saja, setidaknya empat insiden yang melibatkan kapal di wilayah tersebut telah dilaporkan, termasuk sebuah kapal pengangkut barang curah Thailand yang terkena dua proyektil pada Rabu (11/3) lalu.
âTiga anggota awak kapal tersebut hilang dan diyakini terjebak di ruang mesin kapal,â menurut perusahaan transportasi Precious Shipping.
Serangan yang diduga dilakukan oleh Iran juga dilaporkan di tempat lain di Teluk pada Kamis, dengan Kuwait mengatakan dua orang terluka akibat drone musuh yang menghantam sebuah bangunan tempat tinggal.
UEA juga mengatakan bahwa pertahanan udaranya sedang menanggapi ancaman misil.
Serangan yang kembali terjadi itu muncul tak lama setelah Trump bersikeras bahwa Iran "sudah hampir mencapai akhir hayatnya."
"Bukan berarti kami akan mengakhirinya segera, tetapi mereka akan melakukannya," kata dia kepada wartawan.
Trump juga mengancam bahwa Washington DC dapat menyerang infrastruktur yang membutuhkan waktu satu generasi untuk dibangun kembali, sambil mengindikasikan bahwa dia lebih memilih untuk menunjukkan pengekangan.
Sebelumnya, ia mengatakan bahwa AS harus "menyelesaikan tugasnya" di Iran, dan menambahkan bahwa pasukan AS telah menyerang 28 kapal penyebar ranjau Iran.
Sementara itu Garda Revolusi Iran pada Rabu memperingatkan bahwa mereka akan menyerang pusat-pusat ekonomi dan bank-bank terkait dengan kepentingan AS dan Israel, yang mendorong lebih banyak perusahaan internasional untuk mengevakuasi staf mereka dari Dubai.
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Indonesia Usul Sidang Darurat DK PBB Gandeng Prancis Terkait Gugurnya Pasukan UNIFIL
-
Menlu Marco Rubio Tegaskan Perang AS-Iran Telah Berakhir
-
Kereta Dhoho Hantam Truk Muatan Pasir yang Mogok di Blitar
-
Wasur, Gerbang Ekologis Antara Asia dan Australia
-
Gencatan Senjata di Timur Tengah Terancam Setelah Iran Lancarkan Serangan Rudal ke Israel
-
Trump Mengaku Bicara dengan Hezbollah dan Netanyahu, Konflik Lebanon Memasuki Babak Baru
-
JD Vance: Kekuatan Militer Bukan Solusi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.