Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bappenas Dorong NTB Percepat Transformasi Pembangunan Rendah Karbon

📅 Kamis, 12 Mar 2026, 06:02 WIB | Oleh:
Bappenas Dorong NTB Percepat Transformasi Pembangunan Rendah Karbon Doc: Antara Foto
Ket. Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo A. A. Teguh Sambodo (keenam dari kanan) dalam agenda Dialog Kebijakan Tingkat Provinsi NTB: Memperkuat Kolaborasi Multipihak dalam Akselerasi Pembangunan Rendah Karbon Berketahanan Iklim di Mataram, NTB

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mengharapkan Nusa Tenggara Barat (NTB) mempercepat transformasi menuju pembangunan yang rendah karbon dan berketahanan iklim, serta memperkuat kontribusi pencapaian target nasional menuju Indonesia Emas 2045 dan Net Zero Emissions 2060.

“Kolaborasi multi pihak antara pemerintah daerah, DPRD, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat sipil menjadi kunci agar komitmen pembangunan rendah karbon dapat diterjemahkan menjadi aksi yang terukur dan berkelanjutan. NTB diharapkan mampu mempercepat transformasi menuju pembangunan yang rendah karbon dan berketahanan iklim,” kata Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A. A. Teguh Sambodo dalam agenda Dialog Kebijakan Tingkat Provinsi NTB: Memperkuat Kolaborasi Multipihak dalam Akselerasi Pembangunan Rendah Karbon Berketahanan Iklim di Mataram, NTB, dari keterangan resmi, Jakarta, Rabu.

Bersama Pemerintah Inggris melalui Foreign, Commonwealth & Development Office (UK FCDO), Bappenas mendorong penguatan integrasi Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim (PKRBI) ke dalam dokumen perencanaan daerah, dalam hal ini pemerintah provinsi NTB.

Sejak penandatanganan Nota Kesepahaman PRKBI antara Menteri PPN/Kepala Bappenas dan Gubernur NTB pada 15 Agustus 2023, lanjutnya, berbagai langkah konkret telah dilakukan. Mulai dari penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim Daerah (RPRKBI-D), peningkatan kapasitas melalui system dynamics modelling, penguatan pemantauan aksi melalui aplikasi AKSARA (Aplikasi Perencanaan dan Pemantauan Pembangunan Rendah Karbon Indonesia), serta pengembangan pilot project pembangunan rendah karbon.

Berbagai upaya tersebut dilaksanakan bersama Kementerian Dalam Negeri dan mitra pembangunan, khususnya UK FCDO, dalam kerangka implementasi Low Carbon Development Indonesia (LCDI) 2023–2027.

Sebagai provinsi kepulauan, lanjut Teguh, perekonomian NTB yang ditopang oleh sektor pertanian, pesisir, dan pariwisata menghadapi tantangan perubahan iklim. Untuk itu, integrasi PRKBI dalam RPJMD dinilai menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan pembangunan.

“NTB memiliki semua modal dari sumber daya alam yang melimpah, potensi energi terbarukan, tata kelola yang terus diperkuat, dan visi politik yang jelas untuk memimpin. Karena itu, saya mengajak seluruh pemangku kepentingan khususnya DPRD untuk menjadikan PRKBI bagian integral dalam RPJMD dan APBD, serta memperkuat kolaborasi multipihak agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Melalui dialog ini, pemerintah mendorong penetapan RPRKBI-D dalam bentuk Peraturan Gubernur agar memiliki landasan hukum yang kuat dan terintegrasi dalam RPJMD serta dokumen perencanaan sektoral lainnya. Dukungan legislatif dianggap strategis dalam memastikan keberlanjutan kebijakan melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.