Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspada! APBN 2026 Catat Defisit Meski Cuma 0,53% dari PDB

📅 Rabu, 11 Mar 2026, 16:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Dari sisi belanja, realisasi belanja negara tercatat sebesar Rp493,8 triliun atau 12,8 persen dari target, melonjak 41,9 persen yoy.

Purbaya menuturkan lonjakan belanja negara tersebut salah satunya disebabkan oleh kebijakan pihaknya untuk mendorong anggaran belanja agar direalisasikan lebih merata sepanjang tahun, sehingga dampak belanja pemerintah terhadap perekonomian nasional dapat lebih terlihat.

Pihaknya pun optimistis pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6 persen yoy masih dapat dicapai hingga akhir tahun mendatang.

“Belanja ini diarahkan untuk mendukung program prioritas pemerintah, menjaga daya beli masyarakat, serta mendorong aktivitas ekonomi sejak awal tahun,” ucapnya.

Pertumbuhan belanja pemerintah pusat (BPP) mencapai 63,7 persen yoy dengan realisasi Rp346,1 triliun atau 11,0 persen dari target.

Sedangkan komponen belanja kementerian/lembaga meningkat 85,5 persen yoy dengan nilai realisasi tercatat sebesar Rp155,0 triliun atau 10,3 persen dari target.

Sedangkan belanja non-K/L terealisasi sebesar Rp191,0 triliun atau 11,7 persen dari target, tumbuh 49,4 persen yoy.

Realisasi transfer ke daerah (TKD) naik 8,1 persen yoy dengan realisasi Rp147,7 triliun atau 21,3 persen dari target.

Dengan kinerja tersebut, keseimbangan primer tercatat defisit Rp35,9 triliun, masih berada dalam ambang batas proyeksi APBN 2026 sebesar defisit Rp89,7 triliun.

Sementara itu, realisasi pembiayaan anggaran tercatat sebesar Rp164,2 triliun atau 23,8 persen dari target.

“Jadi, secara keseluruhan kombinasi pendapatan negara yang tumbuh positif, belanja yang terakselerasi untuk mendorong ekonomi, serta defisit yang tetap terkendali, menunjukkan bahwa APBN terus berperan optimal sebagai instrumen stabilisasi sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” imbuh Purbaya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Mutasi Polri, Pejabat Divpr...
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.