Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Korut: Latihan Militer AS-Korsel Bawa Konsekuensi Mengerikan

📅 Rabu, 11 Mar 2026, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Korut: Latihan Militer AS-Korsel Bawa Konsekuensi Mengerikan Doc: AFP/KCNA VIA KNS
Ket. Kim Yo-jong

SEOUL – Saudari pemimpin Korea Utara (Korut) yang berpengaruh, pada Selasa (10/3) memperingatkan akan adanya konsekuensi mengerikan pada terkait latihan militer tahunan Korea Selatan (Korsel)-Amerika Serikat (AS), beberapa pekan setelah Pyongyang menghancurkan harapan akan pencairan hubungan diplomatik dengan Seoul.

Korsel dan AS memulai latihan militer musim semi mereka yang bertajuk Freedom Shield pada tanggal 9 Maret lalu yang akan berlangsung hingga tanggal 19 Maret. Korut kerap menyebut latihan tersebut sebagai gladi bersih untuk invasi.

“Kim Yo-jong, orang kepercayaan yang juga adik perempuan pemimpin Kim Jong-un, mengatakan latihan gabungan tersebut dapat menyebabkan konsekuensi yang sangat mengerikan," demikian dilaporkan kantor berita KCNA.

Pernyataan Kim Yo-jong itu dilontarkan setelah saudara laki-lakinya baru-baru ini menggambarkan upaya perdamaian terbaru Korsel sebagai lelucon yang kikuk dan menipu serta menegaskan bahwa Korut sama sekali tidak mau berurusan dengan Korsel.

Kim Yo-jong melanjutkan pernyataannya dengan mengatakan bahwa latihan tersebut berlangsung pada saat kritis ketika struktur keamanan global runtuh dengan cepat dan perang meletus di berbagai belahan dunia. Ia pun mengatakan situasi ini disebabkan oleh tindakan sembrono dari para penjahat internasional yang keterlaluan.

Sebelumnya Pyongyang mengecam aksi serangan yang sedang berlangsung antara AS-Israel terhadap Iran sebagai tindakan agresi ilegal dan mengklaim bahwa hal itu menunjukkan sifat "nakal" AS.

Korut dan AS adalah musuh bebuyutan sejak lama, tetapi Washington DC telah berupaya untuk menghidupkan kembali pembicaraan tingkat tinggi dengan Pyongyang dalam beberapa bulan terakhir.

Laporan dan analisis menunjukkan bahwa AS sedang mempertimbangkan kemungkinan pertemuan puncak antara Presiden Donald Trump dan Kim Jong-un pada tahun ini. Setelah mengabaikan tawaran-tawaran tersebut, Kim Jong-un pada Januari lalu mengatakan bahwa kedua negara dapat "bergaul" jika Washington DC menerima status nuklir Pyongyang.

Rute Kereta

Sementara itu dilaporkan bahwa layanan kereta penumpang antara Tiongkok dan Korut dijadwalkan akan dibuka kembali pada Kamis (12/3), enam tahun setelah dihentikan pada tahun 2020 karena pandemi Covid-19, demikian disampaikan operator perjalanan kepada AFP.

Layanan ini akan terbuka bagi warga Tiongkok yang bekerja dan belajar di Korut serta bagi warga Korut yang bekerja, belajar, dan mengunjungi keluarga di luar negeri, menurut agen perjalanan untuk loket tiket resmi di Beijing dan Dandong.

"Senang sekali melihat layanan kereta api internasional kembali beroperasi," ucap Rowan Beard, manajer tur di Young Pioneer Tours kepada AFP pada Selasa. "Meskipun awalnya tidak ditujukan untuk wisatawan, ini akan menyediakan pilihan perjalanan lain begitu pariwisata ke Korut akhirnya pulih, berfungsi sebagai alternatif selain penerbangan," imbuh dia.

Tahun lalu, penerbangan langsung dan layanan kereta kembali beroperasi antara Korut dan Russia, seiring dengan semakin dekatnya hubungan kedua negara tersebut sejak pecahnya perang di Ukraina. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Mesir Siap Pasang Badan Ban...
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.