Demi Keamanan Nasional, Russia Pastikan Pembatasan Internet Berlanjut Hingga Waktu Tak Terbatas

Rabu, 11 Mar 2026, 20:15 WIB

JAKARTA - Pemerintah Russia menyatakan pembatasan akses internet di negara tersebut akan tetap diberlakukan selama dianggap perlu untuk menjaga keselamatan warga. Pernyataan itu disampaikan juru bicara Kremlin Dmitry Peskov dalam konferensi pers di Moskow pada Rabu.

Peskov menjelaskan kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari langkah keamanan pemerintah. Ia menegaskan pembatasan akses internet dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Russia.

Ket. Foto: Pemerintah Russia menyatakan pembatasan akses internet di negara tersebut akan tetap diberlakukan selama dianggap perlu untuk menjaga keselamatan warga. Pernyataan itu disampaikan juru bicara Kremlin Dmitry Peskov dalam konferensi pers di Moskow pada Rabu. — Sumber: Anadolu Agency

"Selama tindakan tambahan untuk menjamin keselamatan warga negara kita masih diperlukan, prioritas utama tetap pada keamanan," kata Dmitry Peskov.

Ia juga menekankan masyarakat tidak perlu meragukan tujuan kebijakan tersebut. Menurutnya, pemerintah hanya berfokus pada perlindungan warga dalam situasi yang memerlukan langkah pengamanan tambahan.

"Saya ulangi sekali lagi, semuanya dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujar Dmitry Peskov.

Peskov mengakui pembatasan akses internet dapat menimbulkan berbagai dampak bagi sektor bisnis. Namun ia menilai persoalan tersebut merupakan isu yang berbeda dan perlu dibahas oleh lembaga terkait untuk mencari solusi.

Menurutnya, pemerintah akan mempertimbangkan cara untuk meminimalkan kerugian ekonomi akibat kebijakan tersebut. Diskusi antarinstansi disebut akan dilakukan guna merumuskan langkah yang lebih tepat bagi dunia usaha.

"Masalah yang dihadapi bisnis tentu harus menjadi topik pembahasan di lembaga-lembaga terkait kita," kata Dmitry Peskov.

Pembatasan internet di Russia sendiri mulai dirasakan masyarakat sejak parlemen negara itu mengesahkan undang-undang baru. Regulasi tersebut memberikan kewenangan kepada Dinas Keamanan Federal Russia untuk memblokir akses internet dalam situasi tertentu.

Sejak aturan itu diberlakukan, banyak warga mengeluhkan kesulitan menggunakan internet di luar rumah atau kantor. Keluhan tersebut terutama berkaitan dengan menurunnya kualitas koneksi internet seluler di berbagai wilayah.

Beberapa pengguna melaporkan akses internet melalui jaringan seluler menjadi sangat lambat bahkan sering terputus. Kondisi tersebut membuat aktivitas digital masyarakat terganggu, termasuk komunikasi dan layanan daring.

Saat ini koneksi internet yang relatif stabil hanya dapat diperoleh melalui jaringan Wi-Fi. Hal ini membuat banyak warga harus bergantung pada akses internet di rumah atau tempat kerja untuk tetap terhubung secara online.

Situasi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha yang bergantung pada konektivitas digital. Pembatasan akses internet berpotensi memengaruhi aktivitas bisnis, terutama yang berbasis layanan daring.

Meski demikian, pemerintah Russia menegaskan kebijakan tersebut bersifat sementara dan akan terus dievaluasi. Langkah itu disebut akan dihentikan jika kondisi keamanan sudah dinilai cukup stabil.

  • kremlin
  • konflik Russia-Ukraina
  • Keamanan nasional
  • Pembatasan Akses Internet dan Media Sosial
  • Russia
  • Internet
  • Intelejen Russia
  • Pembatasan Internet

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.