Perjalanan Mudik yang Aman dan Nyaman di Bengkulu

Selasa, 10 Mar 2026, 23:58 WIB

Bengkulu - Bengkulu merupakan salah satu provinsi yang berada di pesisir barat Pulau Sumatera, membentang sekitar 525 kilometer dari belahan selatan yang berbatasan dengan Provinsi Lampung dan utara dengan Sumatera Barat.

Bengkulu yang kini memiliki julukan Bumi Merah Putih,  berada pada jalur lintas barat Pulau Sumatera. Jalur ini sebenarnya bukan ruas utama arus mudik maupun balik lebaran karena yang paling sibuk saat arus mudik berada di lintas tengah dan timur.

Ket. Foto: — Sumber: Antara

Meski begitu, Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama dengan para pihak tidak abai untuk tetap memastikan para pemudik merasakan suasana mudik nyaman dan aman ke Bengkulu, apalagi daerah ini pun dikenal dengan provinsi tujuan mudik.

Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah III Bengkulu, misalnya, terus memperkuat pengawasan transportasi selama masa lebaran agar memastikan angkutan yang beroperasi laik, aman, dan nyaman bagi para pemudik.

BPTD mulai 13 Maret 2026 mendatangi langsung seluruh kantor pusat dan perwakilan penyedia jasa transportasi lebaran untuk melakukan pemeriksaan ketat agar tidak ada satu pun angkutan mudik yang tak laik jalan beroperasi.

Sebanyak 128 bus antar kota antar provinsi (AKAP) serta sejumlah bus pariwisata disiapkan untuk melayani masyarakat. Armada tersebut menjadi bagian penting mobilitas pemudik di Bengkulu pada Lebaran 2026.

Setiap kendaraan harus melalui pemeriksaan kelaikan atau ramp check. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan komponen kendaraan benar-benar memenuhi standar keselamatan.

Kendaraan yang tidak memenuhi syarat tidak diperbolehkan beroperasi sebagai upaya meminimalkan risiko kecelakaan selama perjalanan.

Kemudian, BPTD menempatkan posko pengawasan di sejumlah titik strategis, yang di antaranya di Kantor antor BPTD Bengkulu, Terminal Air Sebakul, Simpang Nangka, serta di jembatan timbang.

Keberadaan posko menjadi pusat pemantauan pergerakan transportasi selama arus mudik dan balik. Tempat itu juga menjadi ruang koordinasi lintas instansi. BPTD juga menyiagakan ratusan petugas untuk memantau operasional transportasi selama masa mudik.

Pemetaan sejumlah ruas jalan yang berpotensi mengalami peningkatan volume kendaraan sudah dilakukan. Beberapa titik yang dinilai rawan kepadatan tentu akan dilengkapi rambu peringatan sebagai upaya membantu pengendara lebih waspada saat melintas.

Terminal Air Sebakul Kota Bengkulu juga didorong berfungsi optimal selama masa mudik. Terminal tersebut diharapkan menjadi pusat pelayanan transportasi antar kota.

Layanan terkoneksi antar angkutan antar provinsi dengan angkutan kota di terminal utama Kota Bengkulu terus didorong, sehingga para pemudik merasakan kemudahan melanjutkan tujuan mudik mereka di Bengkulu.

Pengamanan jalur mudik

Di sisi lain, pengamanan perjalanan juga diperkuat oleh Kepolisian Daerah Bengkulu. Aparat kepolisian telah melakukan pemetaan potensi kerawanan di berbagai wilayah.

Hasil pemetaan menunjukkan terdapat 59 titik rawan kemacetan. Selain itu juga 58 titik rawan bencana alam, 45 titik rawan kecelakaan lalu lintas, serta 59 titik rawan kriminalitas.

Data tersebut menjadi dasar penentuan langkah pengamanan selama masa mudik. Kepolisian juga menyiapkan personel gabungan untuk mendukung pengawasan di lapangan.

Kepolisian menyiapkan 36 pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di sejumlah titik strategis yang didukung 2.141 personel gabungan TNI, Polri, dan instansi terkait.

Pos-pos tersebut berfungsi sebagai pusat pelayanan dan pengawasan yang bisa diakses masyarakat ketika dibutuhkan selama arus mudik dan balik.

Selain pengamanan jalur, kepolisian juga menyiapkan pengawasan terhadap aktivitas masyarakat. Pengamanan dilakukan pada 3.180 titik kegiatan masyarakat.

Lokasi tersebut meliputi masjid, tempat pelaksanaan sholat Idul Fitri, serta objek wisata yang biasanya ramai dikunjungi selama libur Lebaran. Pengawasan juga dilakukan pada berbagai fasilitas publik.

Sebanyak 68 objek penting menjadi bagian dari pengamanan, di antaranya terminal, bandara, pelabuhan, pasar, serta pusat perbelanjaan.

Dalam mengantisipasi berbagai potensi kerawanan tersebut, Polda Bengkulu juga menyiapkan langkah mitigasi melalui rekayasa lalu lintas, apel siaga, patroli gabungan, serta optimalisasi layanan polisi 110 yang bisa diakses secara gratis dan aktif 24 jam. Masyarakat dapat dengan mudah melaporkan kejadian atau meminta bantuan polisi lewat layanan tersebut.

Selain pengamanan lalu lintas, kepolisian juga mewaspadai potensi kerawanan sosial. Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain aktivitas geng motor serta informasi yang dapat memicu kepanikan masyarakat.

Faktor cuaca juga menjadi perhatian selama periode mudik. Berdasarkan prediksi BMKG, pada Maret 2026 ini didominasi hujan ringan hingga sedang yang berpotensi memicu banjir, longsor, maupun pohon tumbang.

Pemerintah daerah, kepolisian dan instansi terkait pun membangun koordinasi intensif lintas sektor selama masa operasi pengamanan. Upaya bersama tersebut diharapkan membuat perjalanan mudik di Bengkulu berlangsung lebih aman, nyaman dan tertib.

"Sejalan dengan arah kebijakan nasional, negara harus hadir memberikan rasa aman dan perlindungan kepada masyarakat," kata Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono.

Infrastruktur jalan

Selain kesiapan transportasi dan pengamanan jalur, kondisi infrastruktur jalan juga berperan penting dalam kelancaran arus mudik.

Perbaikan jalan yang dilakukan hingga akhir 2025 lalu oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu tentunya juga memberikan kemudahan akses bagi masyarakat selama perjalanan Lebaran 2026 ini.

Pemerintah Provinsi Bengkulu periode 2025–2030 menetapkan penyelesaian persoalan akses sebagai salah satu prioritas kebijakan. Fokus pembangunan diarahkan pada penguatan jalan provinsi sebagai tulang punggung mobilitas daerah.

Melalui program jalan mulus, pemerintah provinsi mengambil langkah besar dengan mengalokasikan hampir Rp600 miliar dari APBD 2025. Anggaran tersebut digunakan untuk memulihkan 22 ruas jalan provinsi yang tersebar di sembilan kabupaten dan satu kota.

Besaran anggaran itu menjadi yang terbesar dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur jalan dalam satu tahun anggaran. Catatan itu terjadi sejak Bengkulu menjadi provinsi otonom pada 18 November 1968.

Dari program "Jalan Mulus" yang diupayakan, telah terealisasi pembangunan dan peningkatan kualitas jalan provinsi sepanjang sekitar 172 kilometer. Ruas-ruas prioritas yang menjadi kewenangan provinsi diperbaiki agar konektivitas antar wilayah semakin mantap.

Perbaikan infrastruktur tersebut tidak hanya mendukung aktivitas ekonomi daerah. Jalan yang lebih baik juga mempermudah mobilitas masyarakat, termasuk bagi para pemudik yang melintasi berbagai wilayah di Bengkulu.

Kelancaran mudik tidak hanya bergantung pada satu faktor. Kesiapan transportasi, pengamanan jalur, serta perbaikan infrastruktur menjadi bagian dari upaya bersama agar perjalanan masyarakat menuju Bengkulu berlangsung lebih aman dan nyaman.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.