Kemenkes Wanti-wanti Terjadinya Lonjakan Campak jelang Mudik Lebaran
Selasa, 10 Mar 2026, 15:25 WIBJAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak seiring meningkatnya mobilitas saat mudik dan libur Lebaran. Peningkatan mobilitas masyarakat dinilai berpotensi memperbesar risiko penyebaran penyakit menular, terutama pada anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan imunisasi merupakan langkah paling efektif untuk melindungi anak dari campak. Ia juga menyoroti masih adanya narasi negatif terkait vaksin yang beredar di masyarakat.
âCampak ini yang meninggal sudah ada puluhan karena anaknya tidak diimunisasi. Padahal imunisasinya sudah ada dan efektif,â kata Budi Gunadi Sadikin saat konferensi pers di Jakarta, Senin (9/3).
Lebih lanjut, Menkes Budi meminta masyarakat tidak mudah percaya pada informasi menyesatkan mengenai vaksin. Menurut Budi, penyebaran hoaks justru dapat membahayakan keselamatan anak.
âIni program yang menyelamatkan nyawa anak-anak kita. Tolong jangan menyebarkan berita yang malah mendorong ibu-ibu tidak memberikan vaksin,â ucap dia.
Dalam hal ini, Kemenkes mencatat hingga pekan ke-8 tahun 2026 terdapat 10.453 suspek campak dengan 8.372 kasus terkonfirmasi serta enam kematian. Tercatat 45 kejadian luar biasa campak di 29 kabupaten/kota pada 11 provinsi, menunjukkan peningkatan penyebaran penyakit tersebut.
âKami mencatat hingga pekan kedelapan 2026 terdapat 10.453 suspek campak, dengan 8.372 kasus terkonfirmasi dan enam kematian. Selain itu, terjadi 45 kejadian luar biasa campak di 29 kabupaten/kota pada 11 provinsi di Indonesia,â kata dia.
Sementara, PLT Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. Andi Saguni, mengatakan tren kasus campak sempat meningkat pada Januari 2026. Namun, kata Andi mulai menurun sepanjang Februari.
âTren kasus suspek campak meningkat pada Januari dan mulai menurun sepanjang Februari 2026. Hingga minggu ke-8 tahun ini tercatat lebih dari sepuluh ribu suspek campak,â kata Andi.
Meski demikian, Andi mengimbau masyarakat tetap waspada menjelang mudik Lebaran 2026. Pasalnya, potensi kerumunan yang tinggi dapat mempercepat penularan penyakit.
âMenjelang mudik Lebaran, mobilitas masyarakat akan meningkat dan potensi kerumunan lebih besar. Karena itu masyarakat perlu tetap waspada terhadap penularan campak, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap,â ujar Andi. ils/I-1
- Kemenkes
- Campak
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
BPS Natuna Data 784 Titik Kegiatan Ekonomi Lewat Sensus Ekonomi 2026 di Wilayah Perbatasan.
-
Kebayoran Lama Selatan Miliki 56 Tempat Pengelolaan Sampah Organik
-
Setelah AGI, Dunia Harus Siap Hadapi Era AI Super yang Lebih Cerdas dari Manusia
-
Direksi Baru KPEI Resmi Bertugas, Tantangan Pasar Modal Menanti
-
G7 Kurangi Ketergantungan Pasokan Mineral dari Tiongkok
-
Harga Minyak Dunia Melonjak 5 Persen, AS Cabut Lisensi Minyak Iran dan Ketegangan Hormuz Memanas
-
BMKG Nyatakan Gempa M6,8 di Jepang Tak Timbulkan Tsunami di Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.