- Home
-
- Megapolitan
-
- Jaksel Pastikan Keamanan P...
Jaksel Pastikan Keamanan Pangan di Pasar Modern Jelang Lebaran
Selasa, 10 Mar 2026, 13:36 WIBJAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel) memastikan keamanan pangan di pasar modern kawasan Jagakarsa, AEON Tanjung Barat menjelang Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri.
"Alhamdulillah, dari 19 jenis sampel yang diperiksa di sini, baik dari kategori makanan olahan, produk pertanian, perikanan, maupun peternakan seluruhnya dinyatakan negatif dari zat berbahaya dan dalam kondisi baik," kata Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar saat ditemui di AEON Tanjung Barat Jakarta, Selasa (10/3).
Anwar mengatakan pengawasan ini untuk memastikan keamanan pangan di sejumlah pasar modern dan tradisional tetap terjaga.
Tujuannya untuk memastikan bahwa seluruh warga Jakarta Selatan dapat mengonsumsi pangan yang aman dan tidak berdampak buruk bagi kesehatan di masa depan.
Dalam pengawasan itu, pihaknya bekerja sama dengan BBPOM Jakarta serta Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan.
"Kami ingin memastikan masyarakat yang akan merayakan Lebaran dapat memperoleh bahan pangan yang sehat dan bebas dari zat berbahaya. Maka itu, saya mengimbau kepada seluruh warga untuk lebih selektif dalam memilih bahan pangan," ucapnya.
Sementara, Kasudin KPKP Jakarta Selatan, Ridho Sosro menjelaskan pengawasan keamanan pangan pada hari ini dilakukan di lima titik atau lima target, yaitu tiga supermarket dan dua pasar tradisional.
Antara lain adalah Fresh Market AEON Mall, Naga Swalayan, dan Transmart Cilandak. Sementara untuk pasarnya adalah Pasar Tradisional Pasar Minggu dan Pasar Tradisional Lenteng Agung.
Dalam pengawasan dan uji sampel hari ini, pihaknya melalui uji sampel oleh BBPOM tidak menemukan adanya zat berbahaya dari bahan pangan komoditas pertanian, peternakan dan perikanan.
"Diharapkan dengan adanya kegiatan seperti ini, komoditas pangan, baik di pasar tradisional maupun pasar swalayan, terjamin keamanannya. Sehingga, masyarakat terhindar dari bahaya penyakit yang ditimbulkan oleh bahan kimia berbahaya," ucapnya.
Kemudian, Ketua Tim Kerja Kelompok Substansi Informasi dan Komunikasi BBPOM di Jakarta, Evi Citraprianti menambahkan, adapun uji lab yang dilakukan untuk memastikan bahan pangan itu bebas zat berbahaya seperti pengawet sintetis (formalin, boraks), pewarna tekstil (Rhodamin B, Metanil Yellow).
"Kami tidak menemukannya hari ini, namun masyarakat juga harus melakukan pengecekan dengan melakukan Cek KLIK, Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kadaluarsa," ucapnya.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Ebola Mengintai Dunia: AS Perketat Pintu Masuk dari Wilayah Terdampak Ebola
-
GAPMMI: Industri Pangan Harus Tingkatkan Standar Mutu demi Daya Saing
-
Mendagri Buka Festival Fulan Fehan IV di Belu, Targetkan Jadi Ajang Internasional
-
Tim Bola Voli Putri Indonesia Tundukkan Iran di Laga Pembuka AVC Cup-Women 2026
-
BPOM Pasang Standar Tinggi, Pangan KDKMP Wajib Aman dan Bermutu
-
Menhub Tegaskan Potongan Komisi Ojol 8 Persen Hanya Berlaku untuk Layanan Roda Dua.
-
Dua Sapi Kurban Bikin Geger Tangerang Hari Ini: Ada yang Kabur ke Gudang, Ada yang Nyungsep ke Parit
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.