Minimalkan Dampak Bencana, BPBD Natuna Perkuat Mitigas melalui Kajian Risiko Bencana

Minggu, 08 Mar 2026, 12:01 WIB

NATUNA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau memperkuat mitigasi bencana melalui kajian risiko bencana (KRB) guna mengurangi dampak terhadap masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Natuna, Raja Darmika, dikonfirmasi dari Natuna, Minggu (08/3), mengatakan KRB merupakan proses ilmiah untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan memetakan potensi dampak negatif (bahaya, kerentanan, dan kapasitas) suatu wilayah terhadap bencana.

Ket. Foto: Papan peringatan longsor di Gunung Ranai, Natuna pada Januari 2026. — Sumber: ANTARA

KRB, kata dia, merupakan dasar dalam penyusunan rencana penanggulangan bencana dan rencana kontingensi.

"Hasil kajian ini digunakan sebagai dasar bagi pemerintah dalam menyusun perencanaan pembangunan, langkah mitigasi, serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat agar dampak bencana dapat diminimalkan," ucapnya.

Ia menjelaskan 10 dari 17 kecamatan di Natuna telah memiliki KRB. Penyusunan kajian tersebut telah dilaksanakan pada 2023 hingga 2024 bekerja sama dengan salah satu perguruan tinggi di Indonesia.

Adapun 10 kecamatan yang telah memiliki KRB, meliputi Kecamatan Bunguran Timur, Bunguran Timur Laut, Bunguran Tengah, Bunguran Selatan, Bunguran Utara, Bunguran Barat, Bunguran Batubi, Seluan, Pulau Tiga, dan Pulau Tiga Barat.

"Tahun ini sudah kita masukkan dalam rencana kegiatan untuk kajian di 17 kecamatan lain," ujar dia.

Ia menegaskan, bencana tidak bisa dihindari karena merupakan konsekuensi dari aktivitas alamiah bumi (seperti pergerakan lempeng tektonik di Ring of Fire) serta akumulasi perilaku manusia yang merusak lingkungan, seperti alih fungsi lahan dan deforestasi.

Meskipun tidak dapat dihindari, dampaknya dapat dikurangi melalui mitigasi, kesiapsiagaan, dan pembelajaran.

"Harapan kami dapat segera menyelesaikan kajian risiko bencana ini, sehingga dapat dilanjutkan dengan penyusunan dokumen kebencanaan lainnya, seperti Rencana Penanggulangan Bencana dan Rencana Kontingensi yang wajib dimiliki oleh pemerintah kabupaten," ujar dia.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.