Kolaborasi dengan Airbus, Indonesia Bidik Lompatan Besar di Industri Dirgantara

Jumat, 06 Mar 2026, 19:35 WIB

JAKARTA – Pengembangan industri dirgantara melalui kerja sama dengan Airbus menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas teknologi dan manufaktur nasional.

Kolaborasi semacam ini tidak hanya membuka peluang transfer teknologi dan peningkatan keterampilan sumber daya manusia, tetapi juga memperluas partisipasi industri domestik dalam rantai pasok global sektor penerbangan.

Ket. Foto: Ilustrasi - Pesawat N219 produk PT Dirgantara Indonesia (PT DI). — Sumber: Istimewa.

Dengan dukungan mitra global yang berpengalaman, pengembangan industri dirgantara berpotensi mempercepat inovasi, meningkatkan daya saing industri nasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi tinggi.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy membahas penguatan kemitraan strategis dan peluang pengembangan industri dirgantara nasional secara berkelanjutan dengan Airbus.

Pertemuan ini disebut menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi strategis Indonesia, serta mendorong transformasi sektor transportasi udara dan pengembangan industri dirgantara nasional yang berdaya saing global.

“Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat bergantung pada konektivitas udara untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, serta mobilitas masyarakat. Inovasi teknologi dan efisiensi operasional pesawat jadi faktor penting dalam menjawab kebutuhan itu,” katanya saat menerima kunjungan Presiden Airbus Asia-Pacific Anand Stanley, dari keterangan resmi di Jakarta, Jumat (6/3).

Dia menerangkan bahwa Airbus bukan hanya mitra strategis bagi Indonesia, tetapi memiliki sejarah panjang dalam industri dirgantara. Rachmat memuji komitmen Airbus untuk terus memperbaharui pesawat tahun ini yang dinilai sangat mengesankan.

Terkait kebutuhan armada nasional, Airbus menyampaikan kesiapan untuk mempercepat proses pengiriman pesawat, yakni sekitar 24 bulan sejak penandatanganan kontrak.

Airbus juga menawarkan opsi pesawat berbadan lebar untuk penerbangan ultra-jarak jauh yang mampu menghubungkan Indonesia secara langsung ke berbagai destinasi global seperti New York dan London, dengan kapasitas hingga 480 kursi tergantung konfigurasi.

Selain itu, perusahaan tersebut turut membuka peluang menjadikan Indonesia sebagai pusat maintenance, repair, and overhaul (MRO) untuk kawasan Asia-Pasifik untuk kebutuhan komersial maupun pertahanan.

Menanggapi hal tersebut, Rachmat Pambudy menegaskan bahwa kerja sama antara pemerintah dengan Airbus harus melampaui aspek pengadaan pesawat semata.

“Penguatan ekosistem dirgantara nasional mencakup pengembangan sumber daya manusia, sistem perawatan dan pemeliharaan (MRO), serta peningkatan kapasitas industri dalam negeri agar Indonesia tak hanya menjadi pasar, tetapi juga pusat pertumbuhan industri dirgantara kawasan,” ucap Kepala Bappenas.

Secara global, Airbus mengalokasikan sekitar 6 miliar dolar AS per tahun untuk desain dan ekspansi manufaktur. Di kawasan Asia, Airbus juga menginvestasikan sekitar 4 miliar dolar AS per tahun untuk pengembangan riset, taman industri, dan fasilitas produksi, dengan dukungan sekitar 10 ribu karyawan dari 70 kewarganegaraan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Bukan Sekadar Besaran Gaji, Pekerja Indonesia Cari Rasa Dihargai di Tempat Kerja

Virtus Technology Indonesia Resmi Jadi Master Distributor DJI Enterprise di Indonesia

Produk Bernilai Tambah Tinggi Asal Cilegon Tembus Kanada, Kemendag: Bukti Industri RI Makin Kuat

Trafik Uplink Melampaui Downlink, Pola Penggunaan Jaringan Digital Mulai Berubah

Info Loker! Job Fair Pemkab Magelang 2026 Tersedia 3.717 Lowongan

Shin Ye Eun Ajak Masyarakat Indonesia Rasakan Kehangatan Hunian Pintar Berbasis K-Wellness

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Babak Gugur Piala Dunia 2026 Mulai Terbentuk, Enam Negara Amankan Tiket 32 Besar, Empat Tersingkir

Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Ini Deretan Pemain yang Memperebutkan dari Messi, Mbappe, hingga Haaland, Siapa yang Layak?

Tiga Pejabat Tinggi Pratama Setjen MPR RI Dilantik, Siti Fauziah Tekankan Penguatan Kolaborasi dan Peningkatan Kinerja Lembaga

Peternak Sapi Perah Indonesia Raih Kenaikan Produksi Susu Berkat Transfer Teknologi AS

DFSK E5 Plus Resmi Buka Pre-Booking di Indonesia, Konsumen Berpeluang Dapat Benefit Rp60 Juta.

Info Lowongan kerja! Ayo Walk in Interview ke GOR Tanjung Duren Jakbar, Buka 4.262 Lowongan

Pertama di Indonesia, Whitesky Group dan SkyDrive Hadirkan Mockup eVTOL 1:1

1.151 KM Jalan Daerah Dilebarkan dari 3 Jadi 8 Meter, Dana Rp5,41 T Digelontorkan

Iming-iming Gaji Tinggi! Wamen P2MI dan Australia Bahas Ancaman Penipuan Pekerja Migran

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.