Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Temukan Situs Megalitikum di Areal Tambang Ilegal Dongi-Dongi

📅 Kamis, 05 Mar 2026, 07:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Temukan Situs Megalitikum di Areal Tambang Ilegal Dongi-Dongi Doc: ANTARA
Ket. Situs megalitikum yang ditemukan warga di dalam wilayah Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) di Dongi-Dongi, Poso, Rabu (4/3/2026).

PALU – Seorang warga Desa Dongi-Dongi, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, menemukan situs megalitikum di kawasan pertambangan emas ilegal, di wilayah Taman Nasional Lore Lindu (TNLL).

“Salam budaya. Saya sekarang berada di area tambang Dongi-Dongi. Ini daerah perendaman ini. Jadi saya ada temukan sangat unik. Ini ada gambar wajah manusia di batu ini. Seperti yang di Napu,” kata warga tersebut dalam video diterima di Palu, Kamis (05/3).

Video itu juga diunggah melalui akun Facebook Antun Lawani Mosiang. Rekaman video itu memperlihatkan batu berukuran besar yang memiliki pahatan menyerupai wajah manusia, mirip dengan batu kalamba yang banyak ditemukan di Lembah Napu.

Penemuan ini menjadi sorotan karena lokasinya berada di area yang disebut-sebut akan segera digali menggunakan alat berat. Bahkan, terdapat area perendaman material tanah yang akan diolah menjadi emas.

“Ini ada beberapa biji temuan ini hari yang baru. Ini kalau bisa diadakan bagaimana ya, penyelamatan atau bagaimana bahasanya. Karena ini calon mau digali semua ini, mau digali ekskavator ini,” katanya.

Menurutnya, lokasi penemuan sudah masuk dalam wilayah yang dikuasai perusahaan.

“Ini daerah perusahaan. Ini kalau tidak diselamatkan ini bisa tak gali semua ini. Karena ini sudah dipegang perusahaan,” ujarnya.

Pria dalam video itu, menegaskan ukuran batu tersebut cukup besar dan memiliki ciri yang khas.

“Diameternya ini cukup besar ini. Jadi salah satu temuan yang ada bergambar wajah di daerah kita. Ini sangat unik,” katanya.

Tambang emas Dongi-Dongi selama ini dikenal sebagai lokasi pertambangan tanpa izin (PETI) di kawasan TNLL. Meski sempat ditutup permanen pada Desember 2021, aktivitas penambangan liar dilaporkan sering kembali terjadi dan didominasi penambang dari luar daerah.

Aktivitas tersebut tidak hanya berpotensi merusak ekosistem hutan konservasi, tetapi kini juga dikhawatirkan mengancam kelestarian warisan budaya yang diduga merupakan peninggalan megalitikum di Sulawesi Tengah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.