Empire State Building Bersinar dengan Warna Tuan Rumah Piala Dunia 2026, 100 Hari Menuju Kickoff
Kamis, 05 Mar 2026, 07:20 WIBNEW YORK, AMERIKA SERIKAT â Ikon kota New York, Empire State Building, bermandikan cahaya warna bendera tiga tuan rumah Piala Dunia 2026, Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat, Rabu (4/3) waktu setempat. Penyalaan lampu tersebut menjadi penanda 100 hari menuju pertandingan pembuka turnamen sepak bola terbesar di dunia itu.
Upacara di gedung setinggi 1.454 kaki (sekitar 443 meter) di jantung Manhattan itu turut dimeriahkan tiga maskot resmi turnamen: Maple si rusa besar dari Kanada, Zayu si jaguar wakil Meksiko, serta Clutch si elang botak simbol Amerika Serikat. Kehadiran mereka mempertegas semangat kolaborasi tiga negara yang untuk pertama kalinya dalam sejarah berbagi panggung Piala Dunia.
Edisi 2026 akan mencatat rekor baru dengan 48 tim peserta, naik dari 32 tim pada 2022, serta diperkirakan menyedot jutaan penggemar ke tiga negara penyelenggara. Total 104 pertandingan akan digelar di 16 stadion yang tersebar dalam empat zona waktu, dengan 78 laga dimainkan di wilayah Amerika Serikat.
CEO Komite Tuan Rumah New York-New Jersey, Alex Lasry, mengatakan persiapan kini memasuki fase krusial. âKami terus melakukan persiapan. Saat ini kami benar-benar berada di tengah proses yang intens, tetapi di sinilah semuanya mulai terasa menyenangkan,â ujarnya kepada AFP.
Menanggapi potensi gangguan akibat konflik di Timur Tengah, Lasry menegaskan fokus utama panitia adalah memastikan keamanan dan kenyamanan seluruh tamu internasional. âTujuan kami sebagai Komite Tuan Rumah New York-New Jersey adalah siap menyambut dunia ke kawasan ini dan memastikan setiap orang yang datang mendapatkan pengalaman yang aman dan terlindungi,â katanya.
Ia menambahkan, atmosfer menuju turnamen mulai terasa nyata. âAnda bisa merasakannyaâsemuanya mulai menjadi kenyataan. Dan berada 100 hari dari tendangan pertama tentu sangat menggembirakan.â
Piala Dunia 2026 akan resmi dimulai pada 11 Juni di Estadio Azteca, Mexico City, dan mencapai puncaknya hampir enam pekan kemudian, 19 Juli, di MetLife Stadium yang berkapasitas 82.500 penonton, tak jauh dari New York.
Dengan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya, turnamen ini diproyeksikan menjadi perhelatan olahraga dan hiburan global terbesar yang pernah digelar. Di tengah dinamika politik dan keamanan internasional, cahaya yang menyinari Empire State Building menjadi simbol optimisme, bahwa sepak bola tetap mampu menyatukan dunia.
- FIFA
- Amerika Serikat
- Piala Dunia 2026
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Akhir Penantian Generasi Emas: Norwegia Siap Menggebrak Piala Dunia 2026
-
AS dan Iran Tandatangani MoU, Lalu Lintas Selat Hormuz Dibuka
-
AS Cabut Larangan, Rajungan Gillnet RI Bebas Masuk Pasar AS Lagi
-
Amerika Serikat dan Vietnam Bersatu, Dominasi Tiongkok di Industri Chip Terancam Runtuh
-
Ekuador Kalah Dramatis 0-1 Lawan Pantai Gading di Grup E
-
Piala Dunia 2026 Segera Dimulai, FIFA Hadapi Gelombang Kritik di Tengah Euforia Sepak Bola
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.