Payton II Jadi Kunci Kebangkitan Warriors
Senin, 03 Agu 2026, 05:10 WIBOAKLAND - Jelang musim baru bergulirnya kompetis bola basket NBA, Gary Payton II tidak membutuhkan waktu lama untuk menentukan masa depannya. Di tengah sorotan tentang kemungkinan kepergiannya dari Golden State Warriors, senyum lebar justru menjadi jawaban paling jelas dari pemain bertahan serbabisa tersebut.
âSemuanya sudah selesai,â kata Payton ketika ditanya mengenai kelanjutan kariernya, Minggu (2/8). Yang dimaksud Payton adalah kesepakatan kontrak baru berdurasi satu tahun yang kembali menempatkannya di Golden State. Meski sempat berstatus unrestricted free agent (bebas transfer) dan memiliki kesempatan mencari klub baru, Payton memilih bertahan di tempat yang telah memberinya kebahagiaan terbesar dalam perjalanan NBA.
Warriors pun menyambut keputusan itu sebagai langkah penting. Namun, bertahannya Payton bukan sekadar nostalgia. Tim asuhan Steve Kerr membutuhkan versi terbaik dari pemain berusia 33 tahun tersebut untuk kembali bersaing di papan atas Wilayah Barat.
Setelah gagal memenuhi ekspektasi musim lalu dengan catatan 37 kemenangan dan 45 kekalahan, Golden State memilih mempertahankan sebagian besar kerangka tim. Dalam situasi itu, kebangkitan pemain-pemain berpengalaman seperti Payton menjadi faktor krusial.
Ada dua alasan mengapa Warriors tetap mempertahankan peraih cincin juara NBA 2022 tersebut. Pertama, koneksinya dengan Stephen Curry yang sulit digantikan. Payton memahami ritme permainan Curry, membaca ruang yang tercipta dari pergerakan sang bintang, dan mampu menjadi pelengkap ideal bagi sistem serangan Warriors.
Kedua, kemampuan bertahannya tetap menjadi aset berharga. Payton adalah salah satu pemain perimeter terbaik yang dimiliki Golden State. Sedangkan keahliannya menyerang dari area bawah ring (dunker spot) memberikan variasi tambahan ketika lawan terlalu fokus mengantisipasi tembakan tiga angka Curry.
Empat tahun setelah membantu Warriors merebut gelar juara, Payton kembali memikul tugas serupa: menjadi energi tambahan yang mengubah dinamika pertandingan. âMari kita dapatkan lagi. Kami sudah terlalu banyak bicara. Sekarang waktunya bekerja,â ujar Payton penuh tekad.
Meski demikian, tantangan terbesar Payton berada pada aspek ofensif. Konsistensi tembakan tiga angka menjadi pekerjaan rumah utama. Persentase tembakan jarak jauhnya menurun dalam tiga musim terakhir, dari 36,4 persen pada musim 2023-2024, turun menjadi 32,6 persen, sebelum terjun ke angka 29,1 persen musim lalu.Â
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Kawal Aksi Demo, Polisi Kerahkan 3.761 Personel Gabungan ke Sejumlah Titik di Jakarta Pusat
-
AHY Apresiasi Perayaan Imlek Nasional, Soroti Semangat Transformasi Indonesia
-
KA Ranggajati Versi Terbaru Mulai Melayani Penumpang dari Cirebon
-
La Liga Spanyol: Real Madrid Tekuk Valencia, Terus Membayangi Barcelona, Atletico Madrid Terpeleset
-
Semeru Tujuh Kali Erupsi dengan Tinggi Letusan hingga 1.000 Meter
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.