Efisiensi Digital KAI: 1,7 Juta Penumpang Gunakan Face Recognition di 22 Stasiun
Kamis, 05 Mar 2026, 19:35 WIBJAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 1.707.942 pelanggan memanfaatkan fasilitas face recognition saat proses boarding di stasiun selama periode Januari hingga Februari 2026. Penggunaan teknologi ini menunjukkan meningkatnya adopsi layanan digital dalam perjalanan kereta api di Indonesia.
Jumlah tersebut mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebanyak 1.637.612 pelanggan. Peningkatan ini menunjukkan semakin banyak penumpang yang memanfaatkan teknologi verifikasi wajah untuk mempercepat proses keberangkatan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan teknologi face recognition memberikan kemudahan bagi pelanggan saat melakukan proses boarding. Melalui sistem ini, penumpang tidak lagi perlu mencetak tiket fisik karena identitas dan data perjalanan telah terverifikasi secara otomatis melalui sistem digital.
"Penggunaan face recognition membuat proses keberangkatan menjadi lebih praktis karena pelanggan cukup melakukan pemindaian wajah tanpa harus menunjukkan tiket fisik ataupun identitas tambahan," ujar Anne.
Dari sisi operasional, penggunaan teknologi tersebut juga memberikan efisiensi biaya bagi perusahaan. Selama dua bulan pertama 2026, sistem face recognition telah menggantikan kebutuhan pencetakan sebanyak 1.707.942 tiket kereta.
Dengan asumsi satu roll kertas tiket sepanjang 72 meter menghasilkan sekitar 400 tiket dengan harga Rp14.765 per roll, penggunaan teknologi ini telah menghemat sekitar 4.270 roll tiket. Nilai penghematan tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp63 juta hanya dalam dua bulan pertama tahun ini.
Selain memberikan efisiensi biaya operasional, teknologi face recognition juga memberikan dampak positif terhadap pengurangan penggunaan kertas. Setiap tiket kereta memiliki panjang sekitar 18 sentimeter sehingga penggunaan teknologi ini selama Januari hingga Februari 2026 telah mengurangi kebutuhan kertas tiket hingga sekitar 307 kilometer.
Anne menjelaskan transformasi digital yang dilakukan KAI tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas layanan, tetapi juga mendukung upaya keberlanjutan lingkungan. Pengurangan penggunaan kertas menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam.
Saat ini layanan face recognition telah tersedia di 22 stasiun di berbagai kota besar di Indonesia, yaitu:
- Stasiun Gambir.
- Stasiun Pasar Senen.
- Stasiun Bekasi.
- Stasiun Bandung.
- Stasiun Kiaracondong.
- Stasiun Cirebon.
- Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng.
- Stasiun Semarang Poncol.
- Stasiun Pekalongan.
- Stasiun Tegal.
- Stasiun Purwokerto.
- Stasiun Kutoarjo.
- Stasiun Yogyakarta (Tugu).
- Stasiun Lempuyangan.
- Stasiun Solo Balapan.
- Stasiun Madiun.
- Stasiun Surabaya Pasarturi.
- Stasiun Surabaya Gubeng.
- Stasiun Malang.
- Stasiun Jember.
- Stasiun Medan.
- Stasiun Kediri.
KAI menyatakan akan terus memperluas pemanfaatan teknologi digital tersebut guna meningkatkan kenyamanan perjalanan kereta api bagi masyarakat. Dengan sistem ini, proses boarding diharapkan semakin cepat, praktis, dan aman bagi para pelanggan.
- kereta api
- PT KAI
- KAI
- Transformasi Digital
- kereta api jarak jauh
- Transportasi Publik
- face recognition boarding
- Face Recognition
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
KAI Jadi Inspirasi Layanan Publik, Dinilai Mampu Bersaing dengan Standar Global
-
Mulai Juli, KAI Tanjungkarang Operasikan KA Rajabasa Ekonomi Premium
-
KAI Percepat Proyek Peron Baru Stasiun Bogor untuk KRL 12 Rangkaian
-
Film “Ghost in the Cell” Tembus 2 Juta Penonton
-
Molto Dorong Perempuan Modern Tampil Percaya Diri Lewat Keharuman Premium
-
IndoGriTech Expo 2026 Boyong Teknologi Pertanian Canggih ke ICE BSD
-
SPKAI: Kecelakaan di Bekasi Timur Jadi Momentum Evaluasi Total Sistem Perkeretaapian Nasional
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.