AdaKami dan UNS Luncurkan FutureFin: Kompetisi Karya Tulis Ilmiah untuk Gagasan Fintech Masa Depan
Rabu, 04 Mar 2026, 11:23 WIBJAKARTA â PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) memperkenalkan inisiatif Tech for Indonesia dengan menggandeng Universitas Sebelas Maret (UNS). Program perdana bertajuk FutureFin merupakan kompetisi karya tulis ilmiah yang bertujuan untuk mendorong mahasiswa mengembangkan gagasan financial technology (fintech) terutama pinjaman daring (pindar) yang aman, bertanggung jawab, dan berdampak bagi masyarakat.
Chief of Public Affairs AdaKami, Karissa Sjawaldy, menjelaskan, Tech for Indonesia merupakan komitmen AdaKami untuk menghadirkan dampak nyata bagi komunitas, khususnya generasi muda.  Kerja sama dengan UNS diharapkan dapat mendorong mahasiswa memahami dinamika industri pinjaman daring (pindar) secara komprehensif dan kritis.
âMelalui kolaborasi dengan dunia akademik, kami ingin mendorong mahasiswa memahami dinamika industri pindar secara komprehensif dan kritis, termasuk risiko yang melekat di dalamnya, serta pentingnya membedakan layanan yang legal dan bertanggung jawab dari praktik ilegal yang merugikan,â ucapnya melalui siaran pers pada hari Selasa (3/3).
Acara pembukaan FutureFin pada 3 Maret 2026 turut dihadiri oleh perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan literasi dan pemahaman mahasiswa mengenai pengembangan dan tata kelola industri keuangan digital.
Kepala OJK Solo, Eko Hariyanto, menyampaikan, pihaknya sangat mengapresiasi kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS atas komitmennya dalam mendukung peningkatan inklusi dan literasi keuangan melalui kegiatan edukasi pada hari ini. Apresiasi juga diberikan kepada AdaKami atas kontribusinya dalam menjalankan program edukasi dan inklusi keuangan di Indonesia dengan menghadirkan peserta mahasiswa agar bijak mengelola keuangannya.
Ia menambahkan kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem keuangan digital yang sehat, meningkatkan kesadaran akan pelindungan konsumen, serta mendorong generasi muda menjadi pengguna layanan keuangan yang cerdas dan berintegritas.
âTentunya OJK sebagai regulator industri jasa keuangan akan terus memastikan penyelenggaraan kegiatan usaha di sektor perbankan, pasar modal, dan industri keuangan non-bank termasuk fintech lending dapat berkembang dengan menerapkan prinsip kehati-hatian dan aspek pelindungan konsumen serta berkontribusi terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nasional sesuai Roadmap Pengembangan Dan Penguatan Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi 2023-2028,â ujar Eko.
Kompetisi ini terbuka untuk seluruh mahasiswa dari lintas fakultas dan akan melalui proses seleksi, pendampingan, presentasi akhir di hadapan panel juri, hingga pengumuman pemenang pada bulan Mei 2026. Selama prosesnya, FutureFin menghadirkan rangkaian sesi daring dan luring berupa kuliah umum dan mentorship bersama akademisi, pakar, serta praktisi industri.
Kedua sesi tesebut dirancang untuk memperkaya perspektif dan memperkuat landasan analitis mahasiswa dalam menyusun karya tulis yang relevan. Topik yang diangkat mencakup lanskap industri fintech dengan fokus pada pindar, termasuk perkembangan teknologi, tata kelola, dinamika, dan regulasi yang membentuk industri tersebut di Indonesia.Â
Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menyatakan, UNS turut mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang membuka ruang pengembangan talenta di bidang fintech. Bagi perguruan tinggi, program FutureFin memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan analitis dan problem solving dalam konteks industri yang nyata.
Kompetisi ini juga menjadi wadah strategis untuk mengidentifikasi dan membina talenta muda yang memiliki ketertarikan di bidang fintech selaras dengan pencapaian SDG 4 untuk mewujudkan peningkatan kualitas pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan kerja, dan SDG 17 dimana institusi perguruan tinggi beserta industri turut berkolaborasi dalam mewujudkan inklusivitas.
âTentunya kami berharap dalam seluruh prosesnya, mahasiswa tidak hanya menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, tetapi juga memperluas eksposur terhadap industri sekaligus membuka peluang kontribusi nyata di masa depan,â ucapnya.
- Universitas Sebelas Maret (UNS)
- Karya Tulis Ilmiah
- UNS
- UNS Surakarta
- pindar
- inklusi digital
- Pinjaman Daring (Pindar)
- AdaKami
- literasi keuangan
- pendidikan tinggi
- FutureFin
- OJK Solo
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
La Liga Spanyol: Real Madrid Tundukkan Atletico dalam Laga Derby, Barcelona Menang Tipis atas Rayo
-
Tim Gabungan Tangani Banjir di Jalan Bukit Sentul, Jalur Lintasan Presiden RI
-
Tim SAR temukan seorang nelayan yang hilang di perairan Garut
-
Temukan Tarif Termurah di Dunia dari Sebuah Penginapan Saat Peak Season seperti Lebaran
-
Menko Perekonomian Umumkan Kewajiban THR untuk ASN dan Swasta
-
Lewat Ramadan Fair, Pemkot Makassar Perkuat Ekosistem UMKM
-
Menko Pangan Dorong Penguatan Sanksi Pengelolaan Sampah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.