Piala Dunia 2026: Tiket Laris Manis, Harga Tembus Ratusan Juta Rupiah

Selasa, 03 Mar 2026, 08:10 WIB

WASHINGTON, AMERIKA SERIKAT– Seratus hari menjelang kick-off Piala Dunia di Amerika Utara, satu hal sudah pasti: antusiasme publik luar biasa, tetapi harga tiket membuat banyak suporter harus berpikir dua kali. Untuk laga pembuka, tiket dijual hampir 900 dolar AS (sekitar 14 jutaan rupiah), sementara partai final menembus lebih dari 8.000 dolar AS (sekitar 125 jutaan rupiah).

AFP Sport mengulas besarnya permintaan dan biaya yang harus disiapkan untuk menyaksikan langsung turnamen akbar tersebut.

Ket. Foto: Ilustrasi trofi Piala Dunia. — Sumber: AFP

Permintaan Membludak

Federasi sepak bola dunia, FIFA, menyediakan hampir tujuh juta tiket untuk keseluruhan turnamen. Setiap orang dapat membeli maksimal empat tiket per pertandingan dan total 40 tiket selama kompetisi.

Sekitar dua juta tiket terjual pada undian tahap pertama Oktober lalu. Fase kedua pada Desember dan Januari, juga melalui sistem lotre, mencatat rekor 508 juta permintaan tiket.

Meski FIFA tidak merinci jumlah tiket yang telah dialokasikan pada fase tersebut, sejumlah laga disebut menjadi yang paling diburu, termasuk duel Kolombia kontra Portugal di Miami (27 Juni), Meksiko melawan Korea Selatan di Guadalajara (18 Juni), serta final di MetLife Stadium, New Jersey (19 Juli).

Harga Meroket

Turnamen edisi ini akan menghadirkan total 104 pertandingan, yang pertama dengan format 48 tim. Namun, ekspansi peserta juga diikuti lonjakan harga signifikan, terutama untuk laga-laga favorit.

Kelompok suporter Football Supporters Europe menilai tawaran awal tuan rumah Amerika Utara yang menjanjikan tiket mulai 21 dolar AS tidak terealisasi. Tiket termurah yang benar-benar dijual ke publik adalah 60 dolar AS (sekitar 930 ribu rupiah), contohnya untuk laga pembuka Grup J antara Austria dan Yordania di Levi’s Stadium, California.

Sebagian besar tiket untuk laga yang melibatkan negara unggulan dibanderol minimal 200 dolar AS. Untuk final, harga tiket kategori termurah mencapai 2.000 dolar AS (sekitar 31 jutaan rupiah), sementara kursi terbaik menyentuh 8.680 dolar AS (sekitar 135 jutaan rupiah).

Di situs penjualan ulang resmi FIFA, harga bahkan melambung ekstrem. Satu tiket kategori tiga untuk final di MetLife Stadium sempat dipasang seharga 143.750 dolar AS, lebih dari 41 kali harga aslinya yang 3.450 dolar AS.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa tingginya harga merupakan konsekuensi dari permintaan besar. Ia menyebut penerapan “dynamic pricing” di Amerika Serikat memungkinkan harga naik atau turun sesuai minat terhadap laga tertentu.

Menanggapi kritik, FIFA memperkenalkan kategori tiket lebih murah seharga 60 dolar AS, tetapi hanya diperuntukkan bagi suporter tim yang lolos dan jumlahnya terbatas, sekitar 10 persen dari alokasi masing-masing federasi nasional.

FIFA juga menjual paket premium yang menggabungkan tiket pertandingan dengan akses ruang VIP. Untuk laga Prancis kontra Senegal di New Jersey (16 Juni), paket tersebut dibanderol antara 2.900 hingga 4.500 dolar AS.

Pasar Penjualan Ulang Tak Terkendali

FIFA masih menyimpan sejumlah tiket yang akan dilepas mulai April hingga akhir turnamen dengan sistem “siapa cepat dia dapat”. Namun, pasar penjualan ulang menjadi sorotan tersendiri.

Di Amerika Serikat dan Kanada, pasar resale tidak diatur secara ketat, sehingga penjual bebas menentukan harga. Berbeda dengan Meksiko, di mana penjualan ulang di atas harga nominal dilarang, meski hanya berlaku untuk tiket yang dibeli di dalam negeri dengan mata uang lokal.

Sebagai gambaran, tiket kategori tiga untuk laga pembuka Meksiko vs Afrika Selatan di Stadion Azteca, Mexico City (11 Juni), sempat ditawarkan seharga 5.324 dolar AS, jauh di atas harga awal 895 dolar AS. Platform seperti SeatGeek dan StubHub juga menjual tiket dengan harga tinggi, meski sedikit lebih rendah dari situs resmi resale FIFA.

Biaya Tambahan Mengintai

Harga tiket bukan satu-satunya beban bagi suporter. Biaya parkir di stadion-stadion Piala Dunia yang umumnya berada jauh dari pusat kota juga melambung. Parkir untuk laga fase grup di Atlanta mencapai 100 dolar AS, sementara di Los Angeles menyentuh 300 dolar AS.

Bagi yang tidak kebagian tiket, alternatifnya adalah menghadiri Fan Festival di sekitar 16 kota tuan rumah. Fan Fest di Kansas City mampu menampung hingga 25.000 orang. Di New York, kompleks tenis Flushing Meadows, lokasi US Open, akan disulap menjadi zona penggemar berkapasitas 10.000 orang berbayar pada tanggal 17–28 Juni.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.