Penutupan Selat Hormuz Mulai Berimbas ke Ekonomi Negara-negara Asia, Bagaimana Indonesia?

Selasa, 03 Mar 2026, 13:14 WIB

JAKARTA -  Perang dilakukan orang lain, tapi yang tidak terlibat sering menerima dampak buruknya. Itulah yang mulai dirasakan sejumlah negara Asia, termasuk Indonesia. Sejumlah negara Asia mulai merasakan dampak ekonomi dari meningkatnya serangan udara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, ketika kapal-kapal tanker minyak masih tertahan di sekitar Selat Hormuz, salah satu koridor energi paling vital di dunia.

Beberapa operator pelayaran menghentikan transit melalui selat tersebut di tengah melonjaknya biaya asuransi dan meningkatnya kekhawatiran keamanan. Tiongkok pada Senin menyebut jalur perairan itu sebagai “rute perdagangan internasional yang penting” dan mendesak penghentian segera operasi militer.

Ket. Foto: pernutupan selat hormuz — Sumber: ist

Menjawab pertanyaan koresponden Anadolu Agency, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengatakan stabilitas di selat dan perairan sekitarnya sangat penting bagi perdagangan global serta menyerukan langkah-langkah untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

Media Iran pada Sabtu melaporkan bahwa Selat Hormuz telah “secara efektif” ditutup menyusul serangan AS-Israel, meski belum ada pengumuman resmi mengenai blokade formal. Lebih dari 40 kapal yang terkait dengan Jepang, termasuk kapal tanker minyak, saat ini tertahan di Teluk Persia, lapor Kyodo News. Setidaknya tiga kapal telah menghentikan upaya untuk melintasi selat tersebut.

Jepang mengimpor sekitar 95 persen minyak mentahnya dari Timur Tengah, yang sebagian besar melewati jalur perairan sempit itu. Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi pada Senin meminta Duta Besar Iran untuk Tokyo Peiman Seadat membantu memastikan keselamatan pelayaran di Selat Hormuz.

Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Jepang, Motegi menyatakan Tokyo akan terus melakukan seluruh upaya diplomatik yang diperlukan untuk mencapai penyelesaian situasi ini secepat mungkin. Malaysia menyarankan kapal-kapalnya untuk menghindari selat tersebut hingga pemberitahuan lebih lanjut, lapor Bernama. Departemen Kelautan Malaysia meminta operator kapal untuk memantau secara ketat peringatan keamanan internasional dan menjaga kesiapsiagaan operasional pada tingkat tinggi.

Pakistan juga tengah menyiapkan rencana darurat. Sejumlah pejabat mengatakan kepada harian lokal The News International bahwa Islamabad kemungkinan akan meminta dimasukkan dalam daftar pasokan minyak mentah pilihan Arab Saudi untuk pengiriman melalui Laut Merah jika gangguan berlanjut lebih dari 10 hingga 12 hari.

Dua kapal tanker minyak mentah yang dioperasikan oleh Pakistan National Shipping Corporation masih tertahan di dekat selat. Satu kapal lainnya yang mulai memuat ketika konflik meningkat diperkirakan belum akan berangkat dalam waktu dekat. Selat Hormuz menangani sekitar seperlima perdagangan minyak dunia serta volume besar ekspor gas alam cair dari Qatar dan Uni Emirat Arab. Sekitar 20 persen konsumsi minyak harian global, atau sekitar 20 juta barel, melintasi koridor tersebut.

Data pelayaran menunjukkan volume transit pada 1 Maret turun 86 persen dibandingkan rata-rata tahun 2026. United Kingdom Maritime Trade Operations melaporkan sejumlah insiden maritim yang digambarkan sebagai serangan pada Minggu.

Hanya Arab Saudi dan Uni Emirat Arab yang memiliki jaringan pipa yang dapat menghindari Selat Hormuz, namun kapasitasnya hanya mencakup sebagian kecil dari volume minyak mentah yang biasanya dikirim melalui jalur tersebut.

  • Perang Iran-Israel
  • Penutupan Selat Hormuz

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.