Gubernur DKI Jakarta Dorong Posyandu Berperan Aktif Tekan Angka TBC

Selasa, 03 Mar 2026, 17:15 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan percepatan penurunan stunting dan tuberkulosis (TBC) melalui penguatan peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Komitmen tersebut ditegaskan saat melantik Ketua Tim Pembina Posyandu tingkat provinsi dan kota/kabupaten serta mengukuhkan Tim Pembina Posyandu Provinsi DKI Jakarta Masa Bakti 2025 - 2030 di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Selasa (3/3).

Dalam sambutannya, Pramono menyebut pelantikan tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat layanan dasar, khususnya sektor kesehatan yang menjadi prioritas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia menilai Posyandu memiliki peran vital dalam menjangkau masyarakat hingga tingkat akar rumput.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan percepatan penurunan stunting dan tuberkulosis (TBC) melalui penguatan peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Komitmen tersebut ditegaskan saat melantik Ketua Tim Pembina Posyandu tingkat provinsi dan kota/kabupaten serta mengukuhkan Tim Pembina Posyandu Provinsi DKI Jakarta Masa Bakti 2025 - 2030. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

"Posyandu mempunyai tugas yang sangat mulia. Kami ingin Posyandu ikut berperan aktif dalam penanganan stunting, TBC, dan persoalan kesehatan lainnya. Ini harus kita kerjakan bersama antara Pemprov DKI Jakarta dan Posyandu," tegasnya.

Pramono menambahkan, amanah yang diemban para pengurus baru merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan dedikasi. Ia menekankan bahwa pembangunan sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial menjadi fokus utama selama hampir satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur.

Ia juga menyinggung enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, ketenteraman dan ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat. Dari seluruh bidang tersebut, pendidikan dan kesehatan disebut sebagai prioritas utama.

"KJP, KJMU, pemutihan ijazah, hingga penguatan layanan kesehatan seperti Pasukan Putih akan terus kami lanjutkan dan perbaiki. Untuk TBC, saya berharap tahun depan peringkat Jakarta bisa jauh lebih baik. Begitu pula dengan stunting, harus ada kerja lapangan yang konkret dan Posyandu harus terlibat aktif di dalamnya," urainya.

Pramono menegaskan seluruh warga Jakarta berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa terkecuali. Ia menyebut fondasi kesehatan yang kuat menjadi dasar pembangunan kota ke depan.

Sementara itu, Ketua TP Posyandu DKI Jakarta, Hani Pramono, menyatakan Posyandu merupakan bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat. Menurutnya, Posyandu memastikan ibu hamil mendapatkan layanan memadai, bayi dan balita tumbuh sehat, serta keluarga memperoleh edukasi kesehatan berkelanjutan.

"Ke depan, Posyandu tidak hanya hadir sebagai tempat pelayanan, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran keluarga sehat, pusat pemantauan tumbuh kembang anak, dan pusat gerakan hidup sehat masyarakat perkotaan," paparnya.

Hani mengajak seluruh Tim Pembina Posyandu Masa Bakti 2025 - 2030 untuk menyatukan visi dan meningkatkan kapasitas kader. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memperluas dampak pelayanan.

"Kami berharap pelayanan Posyandu semakin berkualitas dan merata bagi seluruh warga, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan harus menjadi kekuatan utama dalam pelayanan," tandasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur DKI Jakarta atas dukungan yang diberikan. Hani berharap amanah tersebut dapat dijalankan dengan tanggung jawab dan dedikasi demi kesejahteraan masyarakat Jakarta.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.