PM Inggris Izinkan AS Gunakan Pangkalan Lawan Rudal Iran

Senin, 02 Mar 2026, 19:30 WIB

JAKARTA - Pemerintah Inggris menyetujui permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militernya dalam serangan terbatas terhadap kemampuan rudal Iran. Keputusan itu diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Keir Starmer di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Starmer menyatakan satu-satunya cara menghentikan ancaman adalah dengan menghancurkan rudal di sumbernya, baik di depot penyimpanan maupun peluncurnya. Ia menegaskan permintaan Washington bersifat spesifik dan terbatas untuk tujuan pertahanan.

Ket. Foto: Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyetujui rencana penggunaan pangkalan Inggris untuk serangan terbatas terhadap kemampuan rudal Iran. — Sumber: Fox News

"AS telah meminta izin untuk menggunakan pangkalan-pangkalan Inggris untuk tujuan pertahanan yang spesifik dan terbatas itu. Kami telah memutuskan untuk menerima permintaan ini," ujar Starmer dalam pernyataan yang direkam untuk publik.

Keputusan tersebut diambil menyusul eskalasi setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang kemudian dibalas Teheran melalui rudal dan drone. Situasi itu memicu kekhawatiran meluasnya konflik regional.

Pada 28 Februari, usai Operasi Epic Fury, Starmer mengonfirmasi bahwa pesawat Inggris telah dikerahkan di langit Timur Tengah sebagai bagian dari operasi pertahanan regional terkoordinasi. Pemerintah menyebut pengerahan tersebut bertujuan melindungi warga negara, kepentingan nasional, serta sekutu Inggris.

Menteri Pertahanan Inggris John Healey mengatakan Inggris telah meningkatkan perannya bersama Amerika Serikat. Ia mengungkapkan dua rudal Iran ditembakkan ke arah Siprus, lokasi wilayah pangkalan kedaulatan Inggris.

Angkatan Udara Kerajaan Inggris atau Royal Air Force mengonfirmasi jet Typhoon yang beroperasi dari Qatar berhasil mencegat drone Iran yang mengarah ke wilayah tersebut. Operasi itu merupakan bagian dari skuadron gabungan Inggris-Qatar yang siaga menghadapi ancaman udara.

Sekitar 300 personel Inggris juga ditempatkan di fasilitas angkatan laut di Bahrain. Wilayah sekitar fasilitas tersebut dilaporkan terdampak rudal dan drone Iran dalam rangkaian serangan balasan terbaru.

"Kami menembak jatuh drone yang mengancam pangkalan kami, personel kami, atau sekutu kami. Kami telah meningkatkan dukungan bersama Amerika dan memperkuat pasukan pertahanan kami di Timur Tengah," kata Healey dalam sebuah wawancara.

Langkah Inggris ini dinilai memperjelas posisi London yang semakin terlibat dalam dinamika keamanan kawasan. Meski pemerintah menekankan sifat defensif dari operasi tersebut, keputusan membuka akses pangkalan bagi AS berpotensi memperdalam keterlibatan Inggris dalam konflik yang terus berkembang.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.