Waspada! 1 dari 4 Dewasa Indonesia Obesitas, Usia Produktif Kini Terancam Gangguan Metabolik
Minggu, 01 Mar 2026, 19:20 WIBJAKARTA â Obesitas kini bukan lagi sekadar isu penampilan, melainkan ancaman kesehatan serius yang semakin banyak menyerang kelompok usia produktif. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan peningkatan prevalensi berat badan berlebih di tanah air.
Angka berat badan berlebih (overweight) mencapai 14,4%, sementara angka obesitas menyentuh 23,4%. Hal ini menegaskan bahwa hampir satu dari empat orang dewasa di Indonesia hidup dengan obesitas, terutama mereka yang berada di puncak usia produktivitas.
Menurut Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, Sp.GK, Subsp.PK, Dokter Spesialis Gizi Klinik dengan keahlian khusus nutrisi pasien kritis di Primaya Hospital Kelapa Gading, meningkatnya tren obesitas pada usia produktif erat kaitannya dengan gaya hidup modern.
âPada usia produktif, seseorang biasanya memiliki penghasilan dan akses makanan yang lebih luas, tetapi aktivitas fisik justru menurun. Pola kerja yang menetap (sedentary), minim olahraga, dan asupan kalori berlebih membuat obesitas sangat mudah terjadi,â jelas dr. Luciana melalui keterangan tertulis, Kamis (26/2).
Ia menekankan bahwa obesitas tidak bisa dinilai hanya dari berat badan atau bentuk tubuh semata. Komposisi tubuh dan distribusi lemak, terutama lemak viseral (perut), menjadi faktor krusial dalam menilai risiko kesehatan. âSeseorang bisa terlihat tidak terlalu gemuk secara kasat mata, tetapi memiliki massa lemak tinggi dan lingkar pinggang berlebih. Kondisi ini tetap berisiko secara metabolik,â ujarnya.
Obesitas merupakan pintu masuk bagi berbagai risiko metabolik, yaitu kumpulan kondisi seperti tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, kolesterol abnormal, dan penumpukan lemak perut. Kombinasi faktor-faktor ini secara signifikan meningkatkan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga stroke.
âObesitas dapat menurunkan level energi, menyebabkan mudah lelah, sulit fokus, nyeri sendi, hingga memicu gangguan psikologis. Dalam jangka panjang, kualitas hidup akan menurun dan risiko penyakit kronis yang fatal meningkat,â tambah dr. Luciana.
Pola makan tinggi kalori (tinggi gula, garam, dan lemak), minimnya aktivitas fisik, serta gaya hidup sedenter menjadi faktor utama. Selain itu, stres kerja, kurang tidur, serta jam makan yang tidak teratur turut memperburuk metabolisme tubuh. Sayangnya, banyak orang baru menyadari masalah metabolik ini ketika keluhan fisik mulai muncul. Padahal, skrining kesehatan idealnya dilakukan secara berkala sejak usia muda.
âSkrining metabolik sebaiknya dimulai sejak usia 20-an dan dilakukan lebih rutin seiring bertambahnya usia, terutama di atas 40 tahun. Tujuannya adalah mendeteksi risiko sejak dini, bahkan sebelum gejala muncul,â jelasnya.
Pengelolaan obesitas pun tidak bisa menggunakan pendekatan yang seragam untuk semua orang. Pendekatan nutrisi medis berbasis gizi seimbang yang disesuaikan dengan kondisi metabolik individu menjadi kunci keberhasilan jangka panjang.
âPenurunan berat badan yang aman dan berkelanjutan memerlukan pendampingan dokter spesialis gizi klinik. Diet instan justru berisiko menyebabkan malnutrisi dan memperburuk metabolisme,â tegas dr. Luciana.
Sebagai langkah awal, dr. Luciana menyarankan kelompok usia produktif untuk mulai menjaga berat badan ideal, memahami kebutuhan gizi harian, dan membangun gaya hidup sehat secara konsisten.
âPerubahan kecil yang dilakukan lebih awal dan berkelanjutan jauh lebih efektif dibandingkan upaya instan yang bersifat musiman. Tujuan utamanya bukan hanya menurunkan angka di timbangan, tetapi melindungi kesehatan metabolik untuk jangka panjang,â jelasnya.
- Skrining Kesehatan
- Obesitas Indonesia
- Kesehatan Metabolik
- Usia Produktif
- dr. Luciana Sutanto
- Gizi Klinik
- Lemak Viseral
- Gaya Hidup Sedenter
- Primaya Hospital
- Nutrisi Medis
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Australia Kucurkan Bantuan Senilai AUD 14 Juta Dolar untuk Bencana Siklon Asia Pasifik
-
Virus Nipah Renggut Korban Jiwa Pertama di Bangladesh
-
Pemprov DKI Tengah Rancang Perda untuk Pengendalian Polusi dan Mitigasi Perubahan Iklim
-
Iko Uwais Angkat Silat Sebagai Bela Diri yang Berbeda di Film "Triple Threat"
-
Grab Indonesia dan Mitra Pengemudi Bagikan 20.000 Takjil di 40 Kota
-
Sekolah Rakyat Jadi Model Pengentasan Kemiskinan Terpadu
-
Pengelolaan Sumber Alam Harus Berkelanjutan, Pembangunan Berbasis Potensi Daerah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.