Pengelolaan Sumber Alam Harus Berkelanjutan, Pembangunan Berbasis Potensi Daerah
Sabtu, 25 Apr 2026, 10:42 WIBJAKARTA - Pendekatan pengelolaan lanskap terpadu (Integrated Landscape Management/ILM) menjadi kunci dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan. Demikian penegasan Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Bappenas, Leonardo Teguh Sambodo.
Leonardo dalam keterangannya di Makassar, Sabtu, mengatakan integrasi antara peningkatan produktivitas dan penciptaan nilai tambah harus dilakukan secara terpadu melalui kolaborasi berbagai pihak.
âPendekatan lanskap terpadu memungkinkan pengelolaan darat dan laut secara terintegrasi, sehingga mampu mendorong produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan,â jelasnya saat junjungan lapangan dan dialog multipihak terkait ILM di Luwu, Sulsel.
Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan Nani Hendiarti, menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mendukung keberhasilan program ILM, termasuk keterlibatan pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat.
âKeberhasilan program ini sangat ditentukan oleh sinergi semua pihak, agar komoditas unggulan seperti kakao dapat kembali berjaya dan berdaya saing,â ujarnya.
Sementara Sekretaris Ditjen KSDAE Kementerian Kehutanan, Nandang Prihadi menekankan keberlanjutan produksi sangat bergantung pada kondisi ekosistem hulu.
Ia mengingatkan pentingnya konservasi dan pengelolaan hutan melalui skema perhutanan sosial agar tetap memberikan manfaat ekonomi tanpa merusak lingkungan.
Bupati Luwu Patahudding, menyampaikan bahwa Kabupaten Luwu merupakan salah satu sentra kakao di Sulawesi Selatan yang pernah berjaya dan menjadi penopang ekonomi masyarakat sejak lama.
Pebangunan Berbasis Potensi Daerah
Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan pembangunan nasional harus merata dan berbasis pada potensi unggulan setiap daerah.
"Saya hadir untuk memastikan ada kesamaan visi dan pandangan, kesamaan yang nantinya menjadikan Indonesia merdeka, adil dan makmur," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy di Bengkulu, Jumat.
Menurut dia, Bengkulu memiliki komoditas potensial yakni kopi yang bisa menjadi unggulan daerah. Tidak hanya kopi saja, tetapi juga ada sumber daya alam lain seperti kelautan dan mineral yang dapat dikembangkan melalui hilirisasi.
Dia menjelaskan bahwa penguatan keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif sangat penting agar Indonesia mampu bersaing di tingkat global.
"Dan kalau kita bisa melakukan hilirisasi yang punya basis keunggulan komparatif yang kuat dan nanti bisa dibawa menjadi keunggulan kompetitif yang kuat melalui peran perguruan tinggi maka kita akan unggul," kata dia.
Menteri Rachmat Pambudy juga menekankan peran perguruan tinggi sebagai pusat lahirnya sumber daya manusia unggul yang akan mendukung pembangunan daerah.
Dia optimistis dengan kolaborasi antara Pemerintah Pusat, daerah, dan perguruan tinggi, dapat berkembang dan berkontribusi dalam kemajuan Indonesia di kancah dunia.
Selain itu, dia menekankan pembangunan tidak hanya berpusat di Pemerintah Pusat, tetapi harus menjangkau seluruh wilayah Indonesia dari Aceh hingga Papua.
"Pembangunan itu bukan hanya di pusat, di kantor presiden, pembangunan itu harus dari Aceh sampai Papua. Saya pun mencoba hadir di daerah-daerah yang membutuhkan, sangat membutuhkan. Hadir supaya ada kesamaan visi, pandangan," ujarnya.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Tinggal Hitungan Waktu, Purbaya Ungkap Restrukturisasi Utang Whoosh Sudah Beres
-
Libur Idul Fitri, Candi Borobudur Jadi Magnet Wisatawan
-
Jakarta Sepi, Jalan Layang MBZ Mulai Melandai H-1 Lebaran, Pemudik Terakhir Menang Banyak?
-
Hadirkan Inkubator Bisnis BDI, Kemenperin Perkuat Wirausaha Industri
-
Ratusan Bandar Narkoba di Lapas Narkotika Jakarta Dipindahkan ke Nusakambangan
-
Kalahkan Garuda Jaya, LavAni Kokoh di Puncak Klasemen
-
Teman Pintar Indonesia, Wadah Pengembangan Kreativitas Generasi Muda dan UMKM Tingkatkan Daya Saing
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.