Khofifah Integrasikan Pasar Murah Ramadan dengan UMKM Lokal

Minggu, 01 Mar 2026, 21:55 WIB

BANYUWANGI – Menggandeng produk UMKM lokal bukan sekadar pilihan etis, melainkan strategi ekonomi yang berdampak langsung pada penguatan struktur domestik.

UMKM menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan menjadi penopang utama perputaran ekonomi daerah.

Ket. Foto: Pemprov Jawa Timur menggelar pasar murah di Banyuwangi, Jawa Timur. Sabtu (28/2/2026). — Sumber: ANTARA/ HO-Pemprov Jatim

Ketika produk lokal diberi ruang dalam rantai pasok—baik oleh pemerintah maupun korporasi—terjadi efek berganda berupa peningkatan pendapatan, perluasan pasar, dan penguatan daya beli masyarakat.

Selain itu, kemitraan dengan UMKM mendorong diversifikasi produk, memperkuat ketahanan ekonomi saat terjadi guncangan global, serta mengurangi ketergantungan pada barang impor.

Dengan pendampingan kualitas, akses pembiayaan, dan digitalisasi pemasaran, UMKM lokal dapat naik kelas dan menjadi bagian dari ekosistem industri yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pasar murah Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah diintegrasikan dengan dukungan produk UMKM lokal.

"Seperti yang digelar di Banyuwangi Sabtu (28/2) kemarin, dengan intervensi ini diharapkan menjadi konvergensi antara stabilisasi harga, penguatan ketahanan pangan, dan pemberdayaan ekonomi lokal selama Ramadhan," ujar dia dalam keterangan tertulis diterima di Banyuwangi, Minggu (1/3).

Khofifah menyampaikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar pasar murah secara bergantian di seluruh kabupaten/kota di Jatim untuk stabilisasi harga dan mengendalikan inflasi pada momentum Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Menurut dia, kegiatan pasar murah selain menjadi strategi stabilisasi harga dan pengendalian inflasi jelang Idul Fitri, sekaligus memastikan kebutuhan logistik rumah tangga tetap terjangkau.

Kegiatan lokasi pasar murah di Banyuwangi, lanjut dia, sengaja ditempatkan di kawasan permukiman warga dan tidak berdekatan dengan pasar tradisional agar tidak mengganggu aktivitas pedagang.

Khofifah mengatakan tidak menginginkan pelaksanaan pasar murah berdekatan dengan pasar tradisional, karena pasar murah tersebut bukan kompetitor pasar tradisional.

"Lokasi pasar murah lebih dekat dengan komunitas permukiman masyarakat supaya keterjangkauannya lebih maksimal," kata dia.

Lebih lanjut ia mengatakan pada momentum Ramadhan hingga mendekati Idul Fitri identik dengan peningkatan kebutuhan logistik rumah tangga, oleh karena itu intervensi pasar murah menjadi langkah penting agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhannya dengan harga terjangkau.

"Apalagi pada bulan Ramadhan mendekati Idul Fitri seperti sekarang, kebutuhan di masing-masing keluarga punya kecenderungan meningkat, maka kami berharap pasar murah ini bisa mendekatkan penjangkauan harga untuk memenuhi kebutuhan logistik rumah tangga," kata Khofifah.

Berbagai komoditas bahan pokok dijual dengan harga di bawah pasar, seperti premium dipasarkan Rp14.000 per kilogram (kg) dan beras medium Rp11.000 per kg.

Harga daging ayam di pasaran saat ini mencapai Rp42.000 per kg, sedangkan di pasar murah Rp30.000 per kg, untuk telur ayam dijual Rp22.000 per kg sedangkan di pasaran sekitar Rp30.000 per kg.

Gula pasir dijual Rp14.000 per kg, MinyaKita Rp13.000 per kg, beras SPHP Rp11.000 per kg atau atau Rp55.000 kemasan 5 kilogram.

Selain itu, tepung terigu dijual Rp10.000 per kg, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, cabai rawit merah Rp4.000 per 100 gram, serta cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.