Tak Mau Cuma Jual Biji, Kalsel Genjot Hilirisasi Kopi Terpadu

Sabtu, 28 Feb 2026, 15:55 WIB

BANJARMASIN – Pengembangan komoditas kopi menjadi penting karena posisinya bukan hanya sebagai produk pertanian, tetapi juga sebagai komoditas strategis bernilai tambah tinggi.

Indonesia memiliki keunggulan agroklimat dan keragaman varietas yang kuat, sehingga potensi diferensiasi—baik dari sisi cita rasa maupun indikasi geografis—sangat besar untuk diperkuat di pasar global.

Ket. Foto: Perkebunan kopi di daerahnya untuk program Pengembangan Kopi Diversifikasi Terintegrasi yang disingkat BANGKODIN, Kalsel. — Sumber: ANTARA/ Latif Thohir

Dari sisi ekonomi, kopi menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan, terutama di wilayah pedesaan. Penguatan sektor ini dapat mendorong peningkatan pendapatan petani melalui perbaikan produktivitas, kualitas pascapanen, hingga akses pembiayaan dan pasar. Tanpa intervensi pada aspek hulu dan hilir, petani cenderung terjebak pada fluktuasi harga komoditas mentah.

Selain itu, tren konsumsi kopi spesialti dan keberlanjutan (sustainability) membuka peluang baru. Jika pengembangan diarahkan pada hilirisasi, sertifikasi, serta penguatan merek, kopi dapat menjadi instrumen peningkatan devisa sekaligus penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat pengembangan komoditas kopi melalui Program Pengembangan Kopi Diversifikasi Terintegrasi (Bangkodin).

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Provinsi Kalsel, Suparmi di Banjarbaru, Sabtu (28/2), menyampaikan program ini dirancang sebagai strategi peningkatan nilai tambah dan daya saing kopi rakyat berbasis kawasan dengan pendekatan kelembagaan pekebun yang berkelanjutan.

Secara konseptual, ungkap dia, Bangkodin merupakan model pengembangan agribisnis kopi yang mengintegrasikan aspek hulu hingga hilir.

Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan luas tanam dan produksi, tetapi juga pada penguatan kelembagaan, diversifikasi usaha, hilirisasi produk, serta kemitraan strategis lintas sektor.

"Pendekatan tersebut sejalan dengan paradigma pembangunan perkebunan modern yang menempatkan petani sebagai subjek utama dalam sistem korporasi berbasis kawasan," ujarnya.

Suparmi mengungkapkan, luas perkebunan kopi di Kalimantan Selatan saat ini mencapai 2.231 hektare dengan produksi sebesar 884 ton setara biji kering.

Menurut dia, sentra pengembangan kopi tersebar di beberapa kabupaten, yakni Kabupaten Banjar seluas 678 hektare, Kabupaten Balangan 526 hektare, Kabupaten Hulu Sungai Tengah 319 hektare, dan Kabupaten Tabalong 277 hektare.

"Keempat wilayah tersebut menjadi basis penguatan kawasan kopi rakyat di provinsi ini," katanya.

Menurut Suparmi, dalam kurun waktu 2023 hingga 2025, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah mengalokasikan program pengembangan tanaman kopi seluas total 200 hektare. Rinciannya meliputi 40 hektare pada 2023, 60 hektare pada 2024 dan 100 hektare pada 2025.

"Intervensi ini mencerminkan konsistensi dukungan pemerintah daerah dalam memperluas areal tanam sekaligus mendorong peningkatan kapasitas produksi kopi rakyat," katanya.

Melalui BANGKODIN, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menargetkan peningkatan produktivitas dan kualitas kopi rakyat, pertumbuhan wirausaha muda di sektor kopi, perluasan kesempatan kerja di perdesaan, serta penguatan ekonomi hijau berbasis komoditas perkebunan.

Dengan dukungan kawasan sentra yang terus berkembang dan intervensi kebijakan yang terarah, kopi diharapkan menjadi salah satu komoditas unggulan daerah yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.