Awas Terperosok, Jalan Penghubung Jakarta-Bekasi Amblas 30 CM, Begini Kondisinya Sekarang

Kamis, 26 Feb 2026, 17:30 WIB

JAKARTA - Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur melakukan penanganan darurat terhadap kerusakan jalan amblas di Jalan Kampung Kramat, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Kamis (26/2).

Langkah ini diambil menyusul kondisi badan jalan yang merosot hingga kedalaman 30 sentimeter dan mengancam keselamatan para pengendara.

Ket. Foto: Personel Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur (Jaktim) tengah memperbaiki jalan amblas di Jalan Kampung Kramat RW 04, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Kamis (26/2). — Sumber: ANTARA/Siti Nurhaliza

"Untuk penanganan sementara, bagian jalan amblas kita tambal dengan coldmix dan hotmix," kata Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur, Benhard Hutajulu saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Penanganan dilakukan setelah kondisi jalan mengalami penurunan cukup dalam dan dikhawatirkan membahayakan pengendara yang melintas di kawasan tersebut.

Benhard menyebut, penambalan yang dilakukan masih bersifat sementara untuk mengembalikan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

"Penambalan jalan amblas ini sifatnya sementara agar pengendara nyaman melintasinya sekaligus meminimalisir kecelakaan," ujar Benhard.

Benhard menjelaskan, kedalaman jalan yang ambles mencapai sekitar 20 hingga 30 sentimeter (cm). Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut sangat mengganggu kenyamanan dan berpotensi membahayakan pengendara, terutama roda dua.

Selain itu, karena tingkat amblas yang cukup dalam, pihaknya terlebih dahulu mengisi bagian tersebut menggunakan batu makadam. Setelah itu, permukaan dilapisi aspal coldmix dan hotmix agar lebih padat dan rata.

Dia berharap langkah penanganan sementara ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melintasi jembatan Kali Sunter.

"Penambalan melibatkan 12 personel Satuan Tugas Bina Marga dari tingkat suku dinas dan Kecamatan Cipayung," ucap Benhard.

Selain perbaikan fisik, petugas juga memasang spanduk berisi imbauan agar pengendara berhati-hati saat melintas di lokasi tersebut. Pasalnya, selain badan jalan yang amblas, pagar beton jembatan di kedua sisi juga mengalami penurunan.

Pihak Sudin Bina Marga memastikan akan terus memantau kondisi jembatan untuk menentukan langkah penanganan lanjutan guna mencegah kerusakan semakin parah.

Adapun kerusakan jembatan penghubung antarprovinsi di Kampung Kramat, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, yang retak dan amblas diduga faktor usia bangunan dan gerusan air di bagian bawah struktur jembatan.

Retakan awal mulai terlihat sekitar dua minggu lalu. Seiring waktu, kondisi jembatan kian memburuk hingga terjadi penurunan pada badan jalan.

Rongga di bagian bawah jembatan membuat struktur tanah tidak lagi stabil. Hal itu mengurangi daya dukung konstruksi sehingga memicu amblasnya permukaan jalan.

Jembatan tersebut diketahui merupakan penghubung wilayah Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat, tepatnya Bekasi.

Selain menjadi akses antarwilayah, jalur ini juga dikenal sebagai rute tercepat bagi warga sehingga cukup padat dilalui kendaraan setiap harinya.

  • jalan amblas
  • cipayung jakarta timur
  • jembatan kampung kramat
  • bina marga jaktim
  • jalan rusak jakarta

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.