Pemerintah Diminta Pastikan MBG Untungkan Peternak
Rabu, 25 Feb 2026, 01:00 WIBJakarta â Pemerintah diminta memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi peternak rakyat, terutama melalui kepastian serapan hasil produksi dengan harga yang wajar.Â
Seperti dikutip dari Antara, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan menyerap maksimal produksi telur dan daging ayam dari peternak rakyat untuk mendukung kebutuhan Program MBG.
Saat dialog dengan peternak di Desa Kambingan, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (24/2), Zulkifli Hasan atau Zulhas menegaskan seluruh telur yang diserap akan digunakan sebagai bahan baku MBG. âTelor itu satu hari memerlukan 82,9 juta butir, tidak usah khawatir telor ayam pasti diserap SPPG,â kata Zulhas.
Kebutuhan tersebut disesuaikan dengan target 82,9 juta penerima manfaat MBG pada 2026. Selain telur, kebutuhan daging ayam juga sangat besar. âAyam itu satu hari perlu 82,9 juta potong daging,â ujarnya.
Ia optimistis program ini memberi kepastian pasar bagi peternak rakyat. âPeternak harus untung, karena sebetulnya usaha ayam ini usaha rakyat, bukan konglomerat. Masa depannya cerah dan terang benderang,â katanya.
Pemerintah juga menyiapkan strategi peningkatan produksi melalui hilirisasi ayam terintegrasi. Tahap awal pembangunan telah dimulai di enam daerah, yakni Kabupaten Malang, Lampung Selatan, Bone, Paser, Gorontalo, dan Sumbawa, mencakup penguatan pembibitan dari grand parent stock hingga penyediaan pakan. âSekarang seminggu memberikan satu telor, ayam satu minggu sekali atau dua kali tidak boleh karena harganya bisa tidak terkontrol,â ujarnya.
Sementara itu di Surabaya, Anggota Komisi IX DPR Lucy Kurniasari menilai MBG turut mendorong pemberdayaan UMKM, peternak, dan petani lokal melalui rantai pasok SPPG. âProgram makanan bergizi gratis ini memiliki manfaat besar bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat sehingga harus diterima secara utuh oleh para penerima manfaat,â katanya.
Menurut Lucy, pelibatan pelaku usaha lokal menciptakan efek berganda karena bahan pangan dipasok dari wilayah sekitar. Ia menambahkan pengelolaan SPPG melibatkan tenaga akuntansi dan ahli gizi untuk menjaga kualitas program.
âDi Kota Surabaya, angka stunting terus mengalami penurunan hingga menunjukkan bahwa komposisi dan pemerataan gizi semakin membaik,â katanya.
- Makan Bergizi Gratis (MBG)
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Cap Go Meh Singkawang Tampilkan 727 Tatung
-
Akselerasi Solusi Proteksi Syariah kepada Keluarga Indonesia, Generali Indonesia Hadirkan GEN Syariah Perlindungan Aman dengan Manfaat yang Bertumbuh, Bertambah dan Berkah
-
UEA Kirim 30 Ton Kurma Premium untuk Indonesia, Simbol Persaudaraan Ramadhan 1447 H
-
Banyuwangi Layani Kesehatan Lansia Lewat Program Pelayanan Keliling
-
MBG Ditegaskan Tak Ganggu Anggaran Pendidikan 2026
-
MBG Miliki Potensi Besar Dorong Ekonomi Rakyat
-
Pemkab Deli Serdang Gelar Safari Ramadhan Keliling Kecamatan, Fokus Pererat Silaturahmi dan Dengarkan Aspirasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.