Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Guadalajara Diguncang Konflik Kartel, Keamanan Piala Dunia Jadi Sorotan

📅 Rabu, 25 Feb 2026, 08:05 WIB | Oleh:
Guadalajara Diguncang Konflik Kartel, Keamanan Piala Dunia Jadi Sorotan Doc: AFP
Ket. Ilustrasi stadion Piala Dunia di Kota Guadalajara, Meksiko.

GUADALAJARA — Kota Guadalajara, Meksiko, baru saja diguncang gelombang kekerasan kartel akhir pekan lalu, menyusul operasi militer yang menewaskan gembong narkoba paling diburu di negara itu. Kini, di tengah situasi mencekam, kota tersebut bersiap menjadi salah satu tuan rumah pertandingan Piala Dunia musim panas ini.

Guadalajara dijadwalkan menggelar empat laga dalam turnamen yang digelar bersama oleh Meksiko, Amerika Serikat dan Kanada. Pemerintah negara bagian Jalisco, dengan Guadalajara sebagai ibu kota, mengandalkan teknologi canggih untuk menjamin keamanan, mulai dari drone, perangkat anti-drone, hingga sistem pengawasan video berbasis kecerdasan buatan (AI).

Langkah itu diambil ketika Jalisco menghadapi epidemi penghilangan orang secara paksa serta penemuan kuburan massal rahasia. Secara statistik resmi, negara bagian ini mencatat 12.575 orang hilang, lebih dari separuhnya berasal dari wilayah metropolitan Guadalajara.

Ketegangan meningkat drastis setelah Nemesio “El Mencho” Oseguera, pemimpin Kartel Jalisco Nueva Generación (CJNG), tewas dalam operasi militer sekitar 130 kilometer dari Guadalajara. Kematian salah satu buronan paling dicari di Meksiko dan Amerika Serikat itu memicu amarah kartel, berujung baku tembak dengan aparat keamanan yang menewaskan sedikitnya 57 orang, baik tentara maupun anggota kartel, serta pemblokiran jalan raya di 20 negara bagian.

Aksi pembakaran bus dan bisnis membuat otoritas menangguhkan pertandingan sepak bola di Guadalajara dan negara bagian Queretaro. Sementara itu, badan sepak bola dunia, FIFA, menolak berkomentar mengenai situasi keamanan di salah satu kota tuan rumah.

Pada hari Senin, jalan-jalan Guadalajara tampak setengah kosong. Banyak bisnis tetap tutup dan sekolah diliburkan, tak hanya di Jalisco tetapi juga di belasan negara bagian lain. Ironisnya, beberapa hari sebelumnya pejabat keamanan setempat menyebut kota itu dalam kondisi “damai”.

Fenomena penghilangan orang di Jalisco kerap dikaitkan dengan perekrutan paksa oleh kelompok kriminal. Keluarga korban bahkan menggali ratusan kuburan rahasia demi menemukan jejak orang-orang tercinta mereka.

Sejumlah aktivis mempertanyakan kelayakan Guadalajara menjadi tuan rumah Piala Dunia. “Saya tidak melihat ada yang bisa dirayakan. Ini situasi yang sangat grotesk,” ujar Carmen Ponce (26), yang kehilangan saudara laki-lakinya pada tahun 2020. Ia mengenang momen ketika menemukan kantong plastik berisi sisa-sisa lima jenazah di sebuah lahan pada September lalu. “Negara merayakan gol, sementara kami masih mencari,” katanya.

Juan Carlos Contreras, yang mengawasi jaringan kamera keamanan kota, mengakui kemungkinan munculnya aksi protes warga yang marah terhadap pemerintah di tengah perburuan anggota keluarga yang hilang.

Dampak kekerasan juga terasa secara ekonomi. Missael Robles, pemandu wisata berusia 31 tahun, mengaku telah membatalkan sekitar 25 tur sejak kerusuhan pecah. “Pukulan ekonominya besar,” ujarnya.

Beberapa properti yang diduga digunakan kelompok kriminal ditemukan hanya beberapa kilometer dari Stadion Akron, arena yang akan menggelar laga Piala Dunia. Kurang dari dua kilometer dari kompleks olahraga tersebut, jaksa negara bagian menggerebek sebuah rumah dan menangkap dua tersangka penculikan. Rantai yang melilit jeruji besi masih terlihat di bangunan kosong itu, dengan stadion berdiri di kejauhan.

Jose Raul Servin, yang mencari putranya sejak hilang pada April 2018, khawatir wisatawan yang datang untuk Piala Dunia bisa menjadi sasaran kejahatan. “Kami tidak ingin siapa pun mengalami apa yang kami alami,” katanya lirih. Ia mengenang putranya sebagai penggemar sepak bola. “Kalau dia masih ada, dia pasti bahagia menyambut Piala Dunia.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.