BPBD Probolinggo Asesmen Cepat Pascalongsor Ruas Jalan Desa Segaran

Rabu, 25 Feb 2026, 12:27 WIB

PROBOLINGGO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Probolinggo, Jawa Timur, melakukan asesmen cepat pascalongsor yang terjadi di ruas jalan Desa Segaran pada Selasa (24/2).

"Material tanah yang ambrol menutup badan jalan sepanjang kurang lebih 35 meter dengan kedalaman mencapai 30 meter. Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, dalam keterangannya di kabupaten setempat, Rabu (25/2).

Ket. Foto: Petugas BPBD Kabupaten Probolinggo melakukan asesmen cepat pascalongsor yakni menutup jalan yang ambles dengan terpal di ruas jalan Desa Segaran, Kecamatan Tiris, Selasa (24/2/2026). — Sumber: ANTARA

Penanganan kejadian longsor yang menutup akses jalan Desa Segaran di Kecamatan Tiris itu melibatkan berbagai unsur, antara lain BPBD Kabupaten Probolinggo, Polres Probolinggo, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan (Dishub), Agisena Jawa Timur, Camat Tiris, Polsek Tiris, Koramil Tiris, serta Pemerintah Desa Segaran.

"Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen serta koordinasi dengan Pemerintah Desa Segaran dan Kecamatan Tiris untuk melakukan penanganan cepat," tuturnya.

Sebagai langkah antisipasi terjadinya longsor susulan, BPBD memasang tujuh lembar terpal pada titik rawan untuk menghambat pergerakan tanah akibat potensi hujan susulan.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Camat Tiris Bambang Julius Wijanarko dan Kepala Desa Segaran Budi Utomo diputuskan dilakukan penutupan total bagi kendaraan roda empat.

"Sementara kendaraan roda dua masih diperbolehkan melintas dengan sistem buka tutup jalur demi menjaga keselamatan pengguna jalan. Namun akan ditutup untuk roda dua jika hujan atau malam berkabut atau kondisi lain yang membahayakan," katanya.

Pengamanan di lokasi juga diperketat terutama pada malam hari, menyusul adanya imbauan dari Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif agar dilakukan penjagaan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kami akan melakukan penjagaan pada malam hari sesuai imbauan Bapak Kapolres, karena kondisi lokasi masih rawan dan minim penerangan. Kebutuhan mendesak di lokasi longsor antara lain lampu penerangan jalan dan tenda untuk posko jaga," ujarnya.

Oemar mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi mengingat curah hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Probolinggo.

  • BPBD Probolinggo

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.