Sulawesi Utara Harap Waspada Angin Maksimal
Selasa, 28 Okt 2025, 10:35 WIBMANADO â Masyarakat Sulawesi Utara bagian selatan diminta untuk mewaspadai angin maksimal. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG, kecepatan angin maksimum berpotensi terjadi di bagian selatan Sulawesi Utara.
"Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya peningkatan potensi gelombang tinggi di wilayah tersebut," kata Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Maritim Bitung, Ricky D Aror di Manado, Senin.
Menurut Ricky, angin dominan dari arah barat - barat laut dengan kecepatan antara 6 -30 knot.Â
"BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 30 Oktober 2025," sebut Ricky.Â
Dia mengatakan, tinggi gelombang antara 1,25 -2,5  berpeluang terjadi di  perairan Laut Sulawesi bagian barat, Laut Sulawesi bagian tengah, Laut Sulawesi bagian timur.
Wilayah perairan Utara Sulawesi Utara dan perairan Kabupaten Minahasa Utara, perairan Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Selanjutnya, wilayah perairan Kabupaten Kepulauan Talaud, Laut Maluku, perairan Utara Sulawesi Utara dan perairan Selatan Sulawesi Utara.
Dia berharap, warga memperhatikan risiko tinggi gelombang terhadap keselamatan pelayaran saat melakukan aktivitas di wilayah perairan dengan tinggi gelombang antara 1,25 - 2,5 meter.
Gempa Tektonik Buol
Sementara itu, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter gempa tektonik di timur laut Buol Sulawesi Tengah akibat adanya subduksi lempeng.
Sementara, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Daryono dalam laporan yang dibagikan Stasiun Geofisika Manado pada grup percakapan 'BMKG dan Stakeholder' mengatakan gempa tersebut berdampak dan dirasakan di daerah Kabupaten Buol dengan skala intensitas III-IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah).
Ikut dirasakan juga di daerah Pohuwato, Gorontalo Utara dan Tolitoli dengan skala intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).
Sementara dari hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami.
Hingga pukul 08:43 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
Dia berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, menghindari bangunan retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
Masyarakat juga diajak memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah.
Masyarakat juga diajak memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.
Pada pukul 08:31:23 WIB, pagi tadi, wilayah Pantai Utara Buol, Sulawesi Tengah diguncang gempa tektonik, sementara dari hasil BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo M5,5.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,45° LU ; 121,83° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 75 kilometer arah timur laut Buol, Sulawesi Tengah pada kedalaman 28 kilometer.
- Cuaca Ekstrem
- Ramalan Cuaca
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Cuaca Ekstrem hingga 24 Mei, BPBD DKI Minta Warga Waspada Banjir
-
Cuaca Ekstrem Berpotensi Melanda Banten pada 3-8 Mei, BMKG Minta Warga Waspada
-
Alih fungsi pasar mangkrak menjadi gerai Koperasi Merah Putih
-
Hampir Seluruh Indonesia Hari Ini Berawan
-
Pemerintah Perkuat UMKM Pertanian Lewat Inovasi, Akses Pasar, dan KUR
-
Wah, di Papua pun Sudah Banyak Mafia Tanah Berkeliaran
-
Polres Garut Selidiki Kasus Mobil Oleng yang Tewaskan Pedagang Nasi Goreng
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.