• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Selektif dalam Memperkenal...

Selektif dalam Memperkenalkan Tontonan demi Tumbuh Kembang Anak

Selasa, 24 Feb 2026, 22:52 WIB

Jakarta - Dokter spesialis anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia dr. Farid Agung Rahmadi, M.Si.Med., Sp.A, Subsp.TKPS (K), mengingatkan para orang tua untuk selektif memperkenalkan tontonan kepada anak demi tumbuh kembang sang anak berlangsung baik.

Farid, dalam seminar media yang diikuti secara daring dari Jakarta, Selasa, mengatakan tontonan yang memiliki pergantian gambar secara cepat bisa memengaruhi perilaku anak menjadi serba cepat sehingga dia terkesan hiperaktif.

Ket. Foto: — Sumber: Antara

Farid menjelaskan mengingatkan anak dengan usia kurang dari satu tahun tidak direkomendasikan mendapatkan paparan layar atau screen time dalam bentuk apa pun. Hal itu sebagaimana direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

"Di umur kurang dari dua tahun hanya boleh video chatting, itu pun dengan keluarga dekat. Anak umur 2 sampai 6 tahun ini screen time-nya jangan lebih dari satu jam dan harus didampingi, ada interaksinya dengan orang tua, konten harus yang berkualitas," tutur dia.

Balita terutama umur kurang dari dua tahun merupakan kelompok paling berisiko terpapar layar gawai yang berlebihan. 

Pada usia tersebut, anak sedang berada dalam fase periode emas, yakni masa pertumbuhan dan perkembangan otak yang berlangsung sangat pesat. Jika anak terpapar screen time berlebih, maka kuantitas dan kualitas interaksi langsung dengan lingkungan bisa berkurang.

"Sehingga semua keterampilan perkembangan akan tidak terstimulasi dengan optimal, padahal sedang dalam periode emas, sedang dalam hebat-hebatnya otak itu tumbuh cepat dan berkembang cepat itu,” tutur Farid.

Berdasarkan rekomendasi American Academy of Pediatrics (AAP) tentang paparan layar atau screen time bahwa orang tua tidak perlu merasa khawatir jika anak akan tertinggal karena tidak dikenalkan teknologi sejak dini.

"Katakanlah baru dikenalkan teknologi nanti umur 3 atau 4 tahun itu cepat sekali belajarnya, jadi jangan khawatir anak akan tertinggal dari teknologi," kata Farid.

Orang tua harus mendampingi anak dalam menggunakan media digital. Pendampingan bukan sekadar mengawasi, tetapi juga membantu anak memahami apa yang mereka lihat di layar untuk diterapkan pada saat di dunia nyata.

Orang tua, lanjut Farid, disarankan ikut memantau aplikasi maupun konten yang ditonton oleh anak. Selain itu, pertahankan waktu bermain anak dengan orang tua sebagai momen untuk bebas dari paparan layar.

“Jangan mengandalkan media elektronik sebagai satu-satunya cara untuk menenangkan anak, itu juga tidak direkomendasikan. Lalu tidak memaparkan screen time satu jam sebelum tidur,” kata dia menambahkan.

Farid menyampaikan pentingnya orang tua menciptakan aktivitas alternatif guna membatasi anak terpapar layar. Orang tua juga disarankan penting menjadi model dengan membatasi screen time bagi diri sendiri.

"Jadi ketika anaknya tidak diperbolehkan nonton ponsel atau televisi pada saat itu, maka orang tua pun juga tidak memainkan gawainya di depan anak,” kata dia.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.