Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD: Lombok Tengah Status Darurat Bencana hingga Maret 2026

📅 Selasa, 24 Feb 2026, 10:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPBD: Lombok Tengah Status Darurat Bencana hingga Maret 2026 Doc: ANTARA
Ket. Hujan di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB di Lombok Tengah, Selasa (24/2/2026).

LOMBOK TENGAH – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menyatakan status darurat bencana masih ditetapkan hingga Maret 2026 dan diharapkan warga tetap waspada dampak cuaca ekstrem yang terjadi pada akhir Februari 2026.

"Lombok Tengah masih tetap status darurat bencana mulai November 2025 hingga Maret 2026," kata Kepala BPBD Lombok Tengah, Ridwan Maruf, di Lombok Tengah, Selasa (24/2).

Ia mengatakan kondisi cuaca awalnya normal, namun pada akhir Februari 2026 ini cuaca hujan yang disertai angin masih terjadi. Hal itu berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Hujan saat ini masih terjadi pada akhir Februari 2026," katanya.

Oleh karena itu pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak cuaca ekstrem yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

"Kami imbau masyarakat tetap waspada saat terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang," katanya.

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan penguatan Monsun Asia yang kini terjadi berpotensi meningkatkan curah hujan dalam beberapa hari ke depan di wilayah NTB.

"Kami mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem," kata Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid BMKG NTB Ari Wibianto saat dihubungi di Mataram, Minggu.

Ari menjelaskan penguatan Monsun Asia membawa Angin Baratan yang cukup kuat dan mempercepat proses pembentukan awan konvektif, terutama di wilayah barat dan selatan Indonesia.

Kondisi Monsun Asia yang menguat tersebut berkontribusi terhadap peningkatan intensitas dan sebaran hujan di NTB.

Selain Monsun Asia, imbuh Ari, dinamika atmosfer juga dipengaruhi oleh aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) yang masih aktif dan diprakirakan terus mempengaruhi kondisi cuaca dalam beberapa hari ke depan.

Kombinasi faktor tersebut ditambah kelembapan udara yang masih tinggi serta penguatan labilitas atmosfer, lanjutnya, mendukung terjadinya hujan lebat pada skala lokal hingga luas.

"Peningkatan cuaca (ekstrem) di wilayah NTB masih berpotensi hingga tiga hari ke depan," ujar Ari.

Lebih lanjut ia menyampaikan potensi cuaca ekstrem yang terjadi akibat gangguan fenomena atmosfer tersebut dapat berupa banjir, tanah longsor, dan gangguan aktivitas transportasi darat, laut, maupun udara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Luar Negeri
Kemlu RI Pantau Keamanan WN...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.