Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Harap Capai Kesepakatan Tanah Jarang dengan Tiongkok di Akhir November

📅 Selasa, 18 Nov 2025, 01:10 WIB | Oleh:
AS Harap Capai Kesepakatan Tanah Jarang dengan Tiongkok di Akhir November Doc: SAUL LOEB/AFP
Ket. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent.

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) berharap bisa segera mencapai kesepakatan tarif perdagangan dengan Tiongkok guna mendapatkan kepastian untuk memperoleh pasokan tanah jarang dalam waktu dekat. 

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent pada Minggu (16/11) waktu Washington mengatakan kalau negara adidaya itu berharap dapat menyelesaikan kesepakatan dengan Tiongkok untuk mengamankan pasokan tanah jarang pada liburan Thanksgiving yang berlangsung pada akhir November mendatang.

Berdasarkan kesepakatan sementara yang telah dicapai pada akhir Oktober lalu dalam pertemuan antara Presiden AS, Donald Trump dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping di Korea Selatan, Beijing setuju untuk menangguhkan pembatasan ekspor tertentu selama satu tahun pada mineral penting.

Seperti diketahui, Tiongkok sangat dominan dalam penambangan dan pengolahan tanah jarang, yang penting untuk komponen elektronik canggih di berbagai industri termasuk otomotif, elektronik, dan pertahanan.

“Kami bahkan belum menyelesaikan perjanjian tersebut, yang kami harapkan dapat selesai sebelum Thanksgiving, yang jatuh pada tanggal 27 November," kata Bessent dalam program Sunday Morning Futures di Fox News.

“Dan saya yakin bahwa setelah pertemuan kami di Korea (Selatan) antara kedua pemimpin, Presiden Trump dan Presiden Xi, Tiongkok akan menghormati perjanjian mereka.”

Banyak Cara

Namun demikian, Bessent juga memperingatkan, jika Beijing menolak, maka AS punya “banyak cara” untuk membalas.

Menteri Keuangan bersikeras bahwa berdasarkan kesepakatan tersebut, tanah jarang akan mengalir bebas seperti sebelum 4 April, ketika Tiongkok memberlakukan pembatasan pada sektor tersebut, yang mengharuskan adanya lisensi ekspor untuk produk-produk tertentu sebagai respons terhadap tarif besar-besaran yang diberlakukan oleh Trump.

Berdasarkan kesepakatan yang dicapai oleh Trump dan Xi, AS akan mengurangi tarif pada produk-produk Tiongkok, dan Beijing akan membeli sedikitnya 12 juta ton kedelai Amerika pada akhir tahun 2025 dan 25 juta ton pada tahun 2026.

Tiongkok, yang telah berhenti membeli kedelai AS sebagai tanggapan terhadap tarif yang ditetapkan oleh Trump, “menjadikan para petani kedelai kita sebagai pion”, kata Bessent.

“Namun kami yakin bahwa kami telah memperbaiki hal itu,” kata Bessent.

Bessent juga membantah laporan Wall Street Journal baru-baru ini yang mengatakan bahwa pejabat Tiongkok berencana untuk membatasi akses ke tanah jarang untuk perusahaan AS yang memiliki hubungan dengan militer.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.