Jauh dari Sasaran, PDB AS Hanya Tumbuh 1,4 Persen

Minggu, 22 Feb 2026, 03:57 WIB

WASHINGTON DC - Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat (AS) hanya mencatat pertumbuhan tahunan 1,4 persen pada kuartal keempat (Q4) 2025, jauh di bawah estimasi para analis yang memperkirakan pertumbuhan 2,5 persen, menurut data yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS pada Jumat (20/2).

Angka tersebut juga menunjukkan perlambatan signifikan dari ekspansi 4,4 persen yang tercatat pada Q3, menyusul penutupan (shutdown) pemerintahan federal dan penurunan permintaan konsumen yang membebani aktivitas ekonomi.

Ket. Foto: — Sumber: AFP

Perilisan data tersebut sempat tertunda selama satu bulan akibat shutdown pemerintahan. Departemen Perdagangan AS memperkirakan shutdown, yang berlangsung selama paruh pertama kuartal tersebut, kemungkinan mengurangi pertumbuhan ekonomi sebesar sekitar 1 poin persentase.

Secara tahunan, ekonomi tumbuh dengan laju 2,2 persen, turun dari 2,8 persen pada 2024. Indikator inflasi utama juga menunjukkan harga yang tetap tinggi, dengan indeks harga belanja konsumsi pribadi utama yang banyak dipantau, kecuali makanan dan energi, naik 3 persen pada Desember 2025, jauh di atas target 2 persen yang ditetapkan The Fed.

Dean Baker, salah satu pendiri Pusat Penelitian Ekonomi dan Kebijakan, mengungkapkan kepada Xinhua bahwa shutdown dan pemutusan hubungan kerja di Departemen Efisiensi Pemerintah (Department of Government Efficiency/DOGE) merupakan faktor utama di balik pelemahan tersebut.

Sebelum dirilisnya laporan tersebut, Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan tentang pertumbuhan PDB yang melemah, dan menyebut shutdown parsial pemerintah yang berakhir pada November sebagai penyebabnya.

"Shutdown pemerintahan oleh Partai Demokrat telah membuat AS rugi setidaknya dua poin dalam PDB. Itulah mengapa mereka melakukannya lagi, dalam bentuk mini. Tidak akan ada lagi shutdown!" kata Trump dalam sebuah unggahan di media sosial, sembari mengkritik Gubernur The Fed Jerome Powell karena tidak menurunkan suku bunga secara lebih agresif.

Bank sentral itu telah memangkas suku bunga acuannya sebesar tiga perempat poin persentase pada akhir tahun lalu, tetapi sejak itu mengisyaratkan pendekatan yang lebih hati-hati mengingat risiko inflasi.

Pendapat para ekonom mengenai prospek ekonomi tahun 2026 pun terbagi. Gary Clyde Hufbauer dari Peterson Institute for International Economics memperkirakan PDB kuartal pertama 2026 berada di kisaran 2 persen dan pertumbuhan setahun penuh di angka 2,5 persen, dengan tingkat pengangguran kemungkinan meningkat menjadi 4,8 persen dari 4,3 persen yang tercatat pada Januari.

Baker memperkirakan pertumbuhan sekitar 2 persen, tetapi memperingatkan bahwa hasilnya akan bergantung pada kebijakan tarif dan kinerja sektor kecerdasan buatan (AI). Dia juga memperingatkan bahwa pecahnya "gelembung AI" dapat mengubah situasi secara drastis.

Banyak analis berpendapat saham-saham teknologi dihargai terlalu tinggi akibat optimisme berlebihan seputar perkembangan AI. Ant/Xinhua

  • PDB
  • donald trump

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Akhlak, Ilmu, dan Kesejahteraan Umat .

Gawat Teror Melanda Thailand Selatan! Puluhan Ledakan Terjadi Hanya dalam Sehari

Kegiatan melukis caping di Kota Solo

Kenapa Awan Makin Jarang Terlihat? BMKG Sebut Monsun Australia dan El Nino yang Jadi Penyebabnya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.