Peluang “Rebound” Terbuka, 20 Februari 2026

Jumat, 20 Feb 2026, 08:25 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ber­potensi rebound dalam perdagangan akhir pekan ini. Perge­rakan IHSG bakal dipengaruhi kombinasi sentimen ekster­nal dan internal.

Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta me­lihat prospek surplus transaksi berjalan berpotensi menjadi katalis positif jangka pendek bagi IHSG karena mencerminkan perbaikan funda­mental eksternal dan dapat menopang stabilitas nilai tukar. Surplus tersebut juga memberi ruang bagi arus modal ma­suk yang lebih stabil, sehingga memperkuat sentimen pasar.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Namun, lanjutnya, arah indeks tetap dipengaruhi dinami­ka global, terutama perkembangan negosiasi geopolitik yang masih berlangsung dan berpotensi memicu volatilitas di pa­sar keuangan. Karenanya, dia memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Jumat (20/2), bergerak dengan area support di 8.210- 8.171, serta resistance pada level 8.376-8.408.

Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (19/2) sore, ditutup melemah 36,15 poin atau 0,44 persen ke posisi 8.274,08 dipimpin oleh saham-saham sektor tekno­logi. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 4,524 poin atau 0,51 persen ke posisi 834,28.

“IHSG ditutup melemah di tengah pelemahan Rupiah yang berlanjut,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.

Dari dalam negeri, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI-Rate tetap di level 4,75 persen untuk kelima kalinya berturut-turut, yang sejalan dengan upaya untuk menstabilkan Rupiah yang cenderung melemah, menjaga inflasi tetap berada di kisaran target 1,5-3,5 persen, serta mendukung pertumbuhan ekonomi.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.