BBPOM Akan Awasi Peredaran Takjil

Jumat, 20 Feb 2026, 03:03 WIB

JAKARTA – Makanan untuk berbuka puasa yang dijual di pinggir-pinggir jalan sering tidak sehat dan mengandung bahan berbahaya seperti formalin. Untuk itu, demi keamanan, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jakarta akan mengawasai peredaran takjil selama bulan puasa seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Namun, sekarang masih kami susun jadwalnya,” kata Kepala BBPOM Jakarta, Sofiyani Chandrawati, Kamis (19/2). Pada tahun lalu, dalam kegiatan pengawasan pangan di sentra Pasar Takjil Bendungan Hilir (Jakarta Pusat) dan Rawamangun (Jakarta Timur), BBPOM Jakarta menemukan takjil berformalin dan rhodamin b.

Ket. Foto: Warga memilih takjil yang dijajakan di Pasar Takjil Ramadan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta, Kamis (19/2). Pasar Takjil Benhil ramai dikunjungi masyarakat saat bulan Ramadan untuk mencari beraneka ragam hidangan berbuka puasa seperti gorengan yang dijual Rp4.000 per biji, bubur sumsum Rp15-20 ribu per porsi, dan ayam goreng Rp15-20 ribu per potong. — Sumber: KORAN JAKARTA/WAHYU AP

Keduanya merupakan zat berbahaya. Formalin bersifat beracun dan karsinogenik. Formalin dilarang untuk makanan karena dapat menyebabkan iritasi, keracunan, dan kanker. Sedangkan rhodamin b juga bersifat toksik. Dia berbahaya jika dikonsumsi, tetapi sering disalahgunakan sebagai pewarna makanan.

Di Bendungan Hilir ditemukan satu dari 25 sampel makanan mengandung pewarna sintetis. Sedangkan di Rawamangun ditemukan mi kuning dan tahu goreng isi yang mengandung formalin dari 19 sampel.

Adapun menjelang puasa kali ini, BBPOM mengintensifkan pengawasan makanan olahan dengan menyasar supermarket, distributor, importir dan sarana distribusi pangan lainnya. “Pengawasan sudah mulai dari tanggal 18 Februari,” jelas Sofiyani.

Kolang-kaling

Sementara itu, kolang-kaling selalu menjadi komoditas musiman yang diburu warga di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, saat bulan puasa. Manager Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamundi, mengatakan, selain sayur-mayur, cabai dan bawang, kolang-kaling termasuk produk unggulan yang selalu ramai dicari warga saat puasa.

“Kalau puasa, biasanya orang ingin yang segar-segar saat berbuka. Bukan hanya buah-buahan, tapi ada ciri khas yang setiap tahun selalu ada, yaitu kolang kaling,” jelas Agus.

Bahan makanan bercita rasa segar ini menjadi salah satu pilihan pelengkap hidangan berbuka puasa setiap tahunnya. Karena itu, setiap puasa, pengelola pasar membuka lapak khusus bagi pedagang musiman kolang-kaling.

Kehadiran pedagang musiman ini sudah menjadi tradisi tahunan di pasar terbesar di Asia Tenggara tersebut. Setiap tahun pasti ada pedagang musiman kolang-kaling di Pasar Induk Kramat Jati. “Memang sudah jadi budaya. Ramainya jualan kolang-kaling ya memang saat puasa seperti sekarang,” tambahnay.

Agus menambahkan, tingginya pasokan kolang-kaling selama puasa turut meningkatkan aktivitas perdagangan di pasar. Bahkan, komoditas ini disebut mampu menyumbang kenaikan jumlah pengunjung pasar.

“Pasokannya cukup tinggi. Jadi otomatis bisa menambah aktivitas pasar. Harganya sekarang paling di kisaran 20.000 per kilogram,” katanya.

Seorang pedagang kolang-kaling, Salman (48) mengatakan, harga jual di tingkat pedagang bervariasi, tergantung pada kualitas barang.

“Kalau yang biasa 15.000 per kilogram. Yang bagus bisa 18.000,” tutur Salman. Dia berharap penjualan kolang-kaling tahun ini lebih baik dari tahun lalu. “Mudah-mudahan tahun ini yang beli lebih ramai. Tahun lalu tidak begitu ramai,” katanya.

Kolang-kaling kerap diolah menjadi campuran kolak, es buah hingga manisan. Teksturnya yang kenyal dan rasanya yang segar membuat komoditas ini selalu identik dengan suasana puasa. Dia juga sekaligus memperkuat tradisi kuliner khas bulan puasa. Aktivitas jual-beli kolang-kaling di Pasar Induk Kramat Jati mulai terlihat ramai sejak pagi hari.

Mereka terlihat memilih kolang-kaling dengan cermat, memastikan teksturnya kenyal dan warnanya bening. Beberapa di antaranya membeli dalam jumlah besar untuk dijual kembali di lingkungannya.

Sementara itu, Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan, menyiapkan 800 kotak takjil setiap hari. “Takjil disiapkan selama 30 hari. Kita siapkan sekitar 700 sampai 800 kotak setiap harinya,” kata Kepala Kantor Masjid Agung Al-Azhar, Tatang Komara.

Tatang menjelaskan, dengan adanya persiapan menyambut puasa diharapkan mampu membuat jamaah lebih khusyuk beribadah dan mendapatkan wawasan keilmuan. Rangkaian itu mulai dari pengobatan, konsultasi gratis, santunan yatim-piatu, bazar takjil dan kajian mengenai isu terbaru. wid/Ant/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.