PM Kamboja Tuding Thailand Duduki Wilayahnya

Kamis, 19 Feb 2026, 02:55 WIB

WASHINGTON DC - Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, pada Selasa (17/2) lalu mengatakan bahwa pasukan Thailand telah menduduki wilayah Kamboja setelah pertempuran tahun lalu meskipun ada kesepakatan damai yang ditengahi oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dan menyerukan kepada Thailand untuk mengizinkan komisi perbatasan bersama untuk mulai bekerja di perbatasan yang disengketakan.

"Pasukan Thailand masih menduduki wilayah Kamboja jauh di dalam banyak daerah di garis perbatasan. Ini bahkan lebih jauh dari klaim sepihak Thailand sendiri," kata PM Hun Manet.

Ket. Foto: Sejumlah jurnalis foto dari Kamboja sedang mengambil gambar di lokasi perbatasan dimana tentara Thailand meletakkan kontainer yang memblokir jalan di wilayah Thma Da di Provinsi Pursat, Kamboja, pada 7 Februari lalu. Pada Selasa (17/2), PM Kamboja, Hun Manet, kembali menuding bahwa pasukan Thailand telah menduduki wilayahnya di perbatasan. — Sumber: AFP/Agence Kampuchea Press (AKP)

"Ini bukan tuduhan, melainkan pernyataan fakta di lapangan," imbuh dia seraya mengatakan bahwa Kamboja tidak dapat menerima apa yang disebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan atau integritas wilayah mereka.

"Satu-satunya cara untuk memverifikasi hal itu adalah dengan menggunakan mekanisme teknis yang kita miliki, berdasarkan perjanjian, berdasarkan semua kesepakatan yang kita miliki. Jadi kami berharap Thailand akan setuju dan mulai mengizinkan JBC (komisi perbatasan bersama) untuk bekerja sesegera mungkin," kata Hun Manet.

Dalam sesi wawancara pertamanya dengan media internasional, Hun Manet, 48 tahun, yang mengambil alih kekuasaan dari ayahnya pada tahun 2023, memuji hubungan yang kian hangat dengan Washington DC dan mengatakan pemerintahnya sedang berupaya mengatasi pusat-pusat penipuan siber yang telah berkembang pesat di negara tersebut.

Hun Manet yang melakukan perjalanan ke Washington DC untuk menghadiri pertemuan Dewan Perdamaian Trump pekan ini, mengatakan bahwa ia berharap badan baru tersebut dapat berperan dalam meredakan situasi di perbatasan, yang ia gambarkan amat rapuh meskipun ada gencatan senjata Desember yang mengakhiri pertempuran yang kembali terjadi.

Dewan Perdamaian tersebut sebenarnya dibentuk untuk mengawasi rencana perdamaian Gaza, tetapi Trump mengatakan dewan tersebut dapat mengambil peran yang lebih luas.

Komentar dari pemimpin Kamboja mengenai konflik perbatasan tersebut menggarisbawahi risiko bahwa konflik dapat kembali berkobar meskipun Trump terus mempromosikan keberhasilan kesepakatan perdamaian.

Pertempuran terburuk dalam lebih dari satu dekade, yang meletus pada bulan Juli, telah menyebabkan ratusan ribu orang mengungsi dan mengganggu perdagangan di sepanjang perbatasan sepanjang 817 kilometer.

Kesepakatan damai bulan Oktober yang ditandatangani dengan Trump dan perdana menteri Malaysia gagal dalam hitungan minggu sebelum gencatan senjata baru tercapai pada 27 Desember.

Tanggapan Bangkok

Sementara itu Thailand menyatakan pihaknya mempertahankan posisi pasukan sebagai bagian dari langkah-langkah deeskalasi dan membantah menduduki wilayah tersebut.

"Kami mematuhi pernyataan bersama, yang menyetujui untuk mempertahankan penempatan pasukan yang ada. Tidak ada bala bantuan," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Thailand, Laksamana Muda Surasant Kongsiri.

Terkait JBC, Surasant mengatakan bahwa JBC dapat bekerja kembali setelah pemerintahan baru terbentuk, karena Thailand pada 8 Februari lalu baru melaksanakan pemilu.

Terkait hal ini, PM Hun Manet mengatakan bahwa Thailand menjadikan pemilu 8 Februari sebagai alasan untuk tidak memulai pekerjaan penetapan batas wilayah.

"Sekarang pemilu sudah selesai, kami berharap Thailand, setidaknya secara teknis, untuk mulai melakukan pengukuran, mulai melakukan demarkasi di zona panas, sehingga kita dapat kembali menjalani kehidupan normal," kata Hun Manet. CNA/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Mentan: Stok Beras Lebih dari 5 Juta Ton, Ketahanan Pangan Aman

Huawei FreeClip 2 S Segera Hadir di Indonesia, Usung Desain Airy C-Bridge dan Audio Adaptif

Pramono: LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai akan Diresmikan Presiden Prabowo pada 26 Agustus

Di Tengah Misi Padamkan Karhutla, Mobil Damkar Belitung Malah Kecelakaan

Dinas Pariwisata Bali Minta Wisatawan Mancanegara Tak Khawatirkan Isu Virus Zika

Paus Sampaikan Solidaritas untuk Korban Gempa NTT

Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”

Ikea Indonesia Hadirkan Grejsimojs, Dorong Keluarga Ciptakan Lebih Banyak Momen Bermain di Rumah

Tim Gabungan Tambah Kekuatan Personel untuk Padamkan Karhutla di Pelalawan Riau

Kesempatan Emas untuk UMKM! Pemkab Bandung Beri Pinjaman Rp10 Juta Tanpa Bunga

Erajaya Digital Hadirkan CMF Clip Pro di Indonesia, Usung Desain Open-Ear dan Audio Hi-Res

Guangdong Melirik Industri Motor Listrik Indonesia, Ada Potensi Besar!

Menkes Dorong Dokter Indonesia Perkuat Kolaborasi Internasional

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

Mercedes-Benz Perbarui C-Class, Hadirkan Desain Lebih Tegas dan Teknologi AI

Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian

Pegadaian Area Kebayoran Baru Gelar Edukasi Literasi Keuangan untuk Komunitas Ojek Pangkalan

Pemkot Yogyakarta Dongkrak Kunjungan Wisatawan melalui Festival Prawirotaman

Bangkok Dinobatkan sebagai Kota Workcation Terbaik Dunia 2026

Pemerintah Kabupaten Natuna Salurkan Air Bersih kepada Warga Terdampak Kekeringan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.