Ribuan Umat Padati Vihara Rayakan Imlek

Rabu, 18 Feb 2026, 01:10 WIB

JAKARTA – Ribaun umat merayakan Imlek di berbagai vihara seperti terpantau di Vihara Dharma Bhakti, dan Vihara Toasebio, Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat. Vihara ini dipadati umat Khonghucu, Selasa (17/) untuk merayakan Tahun Baru Imlek. Sejak pagi, arus pengunjung terus berdatangan untuk melaksanakan ibadah di salah satu vihara tertua di Jakarta tersebut.

Aroma dupa yang menyala memenuhi area utama vihara. Di sisi perapian, jemaat bergantian melemparkan kertas emas dan perak ke kobaran api sebagai bagian dari rangkaian ritual. Sedangkan sebagian lainnya khusyuk berdoa dengan tangan terkatup.

Ket. Foto: Umat Bersembahyang di Vihara I Umat melaksanakan ibadah Tahun Baru Imlek dengan khusyuk di Vihara Dharma Bhakti, Jakarta, Selasa (17/2). Tradisi membakar hio dan persembahan doa dilakukan sebagai bentuk syukur serta harapan agar tahun ini membawa keberuntungan dan kedamaian. — Sumber: Koran Jakarta/Paundra

Berdasarkan pantauan di lokasi, kepadatan meningkat seiring berjalannya waktu. Umat yang datang tidak hanya dari sekitar Glodok, tetapi juga dari berbagai wilayah Jakarta dan sekitarnya. Setibanya di vihara, pengunjung umumnya langsung menuju area atas yang dikenal sebagai area “langit.” Di tempat tersebut, mereka memulai rangkaian awal peribadatan sebelum melanjutkan ke titik-titik altar lainnya.

Di dalam ruangan area “langit,” sejumlah umat tampak duduk bersila hingga bersujud dalam doa. Beberapa keluarga juga menyempatkan diri berfoto bersama setelah menyelesaikan ibadah. Salah satu pengunjung, Hendrik (40), warga Jakarta Barat, mengaku datang bersama keluarganya setiap perayaan Imlek. Ia mengatakan suasana ibadah tahun ini terasa lebih tertib, meski jumlah umat cukup banyak.

“Memang ramai, tapi tetap khusyuk. Saya biasanya datang malam, tapi tahun ini pilih siang supaya bisa lebih lama berdoa,” ujarnya. Menurutnya, momen Imlek menjadi waktu yang tepat untuk berkumpul sekaligus berdoa bersama keluarga.

“Setiap tahun pasti ke sini. Setelah sembahyang biasanya lanjut makan bareng keluarga di sekitar Glodok,” katanya. Setelah dari area atas, pengunjung bergerak ke bagian bawah atau area “bumi.” Di lokasi ini, umat kembali menyalakan dupa, menyimpan sejumlah uang persembahan, lalu melemparkan kertas ke api yang terus menyala.

Salah satu petugas keamanan vihara, Adrian, menuturkan, lonjakan pengunjung sudah terlihat sejak Senin (16/2) malam.“Sejak Senin ibadah malam sudah ramai,” tutur Adrian. Kemarin pukul 21.00 terjadi puncak. Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, memastikan lalu lintas dan pengamanan selama perayaan Imlek berjalan terkendali. Menurutnya, kemarin belum ada laporan gangguan berarti di sekitar kawasan Petak Sembilan.

“Saya melintas di jalanan sangat cepat. Mungkin karena libur panjang dan cuti bersama sehingga relatif tidak ada informasi terkait dengan kemacetan di lalu lintas,” kata Iin saat ditemui di lokasi.

Pengurus Vihara Dharma Bakti, Tamansari memberlakukan sistem masuk bergantian karena pengunjung ribuan orang. Pengurus lain, Kong Tet Sen, menjelaskan, vihara beroperasi secara nonsetop dalam Tahun Baru ini untuk melayani warga yang ingin bersembahyang.

“Vihara kita buka 24 jam untuk Imlek guna doa orang,” katanya. Menurutnya, sebelum Imlek, ritual pembersihan patung sudah dilakukan. Terkait peringatan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, ia mengajak semua orang untuk merayakan Imlek 2026 dengan penuh kedamaian dan ketenangan.

Toasebio

Sementara itu, ratusan pengunjung juga memadati Vihara Toasebio, Glodok, Tamansari, Jakarta Barat, saat Tahun Baru Imlek, Selasa. Umat sebagian besar datang bersama keluarga maupun pasangan dengan mengenakan pakaian khas bertema “Imlek.”

Petugas keamanan berjaga di depan pintu masuk dan di dalam area vihara. Salah satu relawan vihara, William menjelaskan, berbagai kegiatan telah dilakukan selama perayaan Imlek di vihara tersebut. “Kita sembahyang bersama tepat pukul 12 malam pada hari Senin sebagai tradisi penabuhan tambur,” kata William.

Setelah itu, jemaat juga sembahyang kepada Cai Shen Ye atau Dewa Rezeki sebagai bagian dari tradisi memohon keberuntungan. Selain ritual utama, rangkaian ibadah akan berlanjut hingga perayaan Cap Go Meh yang jatuh pada hari ke-15 setelah Imlek.

Pada periode tersebut, tambah William, masyarakat masih diperbolehkan berbagi angpao dan dianjurkan menjaga sikap agar tetap membawa keberkahan. “Hari Imlek tanggal 1 sampai 15. Itu masih Imlek. Jadi umat masih bisa berbagi angpao,” katanya.

William berharap agar Tahun Baru membawa perlindungan dan kedamaian bagi semua. Apalagi berbagai ancaman global seperti konflik dan krisis ekonomi kini membuat masyarakat menjadi cemas. “Harapannya semua dilindungi dan keadaan dunia bisa lebih tenang. Semoga tahun ini membawa keberuntungan dan kebaikan bagi semua orang,” katanya.

  • Imlek 2026

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.